Kominfo

Kominfo

Rapat yang digelar di Perwakilan Jakarta bersama dewan pakar telah dimulai. Gubernur, Sekprov, dan kepala OPD Sulbar serta sembilan dewan pakar berkumpul di Jakarta bahas sinkronisasi RPJMD Sulbar. Dalam pemerintahannya yang belum cukup seminggu, ABM terus melakukan pembenahan untuk melanjutkan pembangunan di Sulawesi Barat . Dengan melakukan rapat di Jakarta guna membahas RPJMD. Dengan tempat yang sederhana di Kantor Perwakilan Jakarta sebagai tempatnya menggelar rapat. Ini dilakukan agar kantor perwakilan Sulbar dapat di fungsikan dan tentunya kita dapat menghemat dengan tidak melaksanakan di hotel berbintang yang menurutnya memiliki biaya selangit. Setelah usai pelantikannya, tak tanggung tanggung, ABM terus mengepakkan sayapnya untuk melakukan percepatan pembangunan ini terlihat dengan berkumpul bersama dewan pakar dan para pinpinan OPD guna membahas RPJMD. ABM telah berjanji untuk Sulbar yang malaqbiq, dan itu di dalamnya Sulbar harus besar. Makanya, Ali tak mau berlama-lama putar-putar di sini saja, di Sulbar ini. Meski dalam benaknya, teramat penting keliling menyapa warga dan memastikan pembangunan di semua lini tetap berjalan normal. Dengan kesriusannya menginginkan arah pembangunan Sulbar ke depan mesti berpijak dari sebuah manajemen dan pondasi yang kuat serta mesti mengakomodasi semuanya. Oleh karena itu Mantan Bupati Polman dua periode kembali ke Jakarta untuk urusan yang serius. Pemerintahan ABM-Enny akan berpijak pada kehendak rakyat, dan pembangunannya ke depan akan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Sulbar nantinya. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulbar sedang dibahas di Jakarta. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, kepala OPD Pemprov Sulbar, dan sembilan dewan pakar berkumpul bersama bahas RPJMD Sulbar itu. Mereka, yang berkumpul pada hari, Sabtu ini (20 Mei) di Jakarta. Mereka yang hadir Dr. HM Said Saggaf, mantan Bupati Bantaeng dan Mamasa. Dia kini masih aktif sebagai konsultan ilmu administrasi negara dan dosen widyaswara di LAN Makassar, Sulsel. Yang bergabung tentunya mereka para ahlinya antara lain, Dr. Ir. H. Syarif…

Wakil Gubernur Sulbar yang juga mantan Anggota DPR RI ini menerima kunjungan Kepala PT Taaspen Cabang Mamuu, Dedy Helmin Gunawan di ruang Kerjanya pada JUmat 19 Mei 2017.Tujuan Deddy menemui Enny Anggareny untuk menyerahkan tunjungan Hari Tua (THT) bagi mantan Anggota DPR RI i Kepala PT Taspen Cabang Mamuju, Deddy Helmian Gunawan mengemukakan bahwa, pihaknya melakukan penyerahan hak Enny Anggraeny Anwar (sekarang menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Barat) saat menjadi anggota DPR RI yakni, Tunjangan hari Tua (THT) dan pensiun. “Penyerahan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berdasarkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 / P tahun 2017 tentang penetapan pemberian pensiun mantan anggota DPR RI, yang terbilang dengan masa kerjanya di DPR RI selama dua tahun dua bulan,”kata Deddy Helmian. Terkait dengan prosedur, Deddy menambahkan bahwa, ada tujuh mitra bayar yang bekerja sama dengan PT Taspen, masing- masing, BNI,PT Bank BRI, PT Pos, Bank Sulselbar, Bank Muamalat, PTPN. Pembayaran yang dilakukan sesuai dengan rekening yang bersangkutan. “ Kebetulan rekening ibu Enny Angraeny ada di Bank BNI, sehingga kami bayarkan melalui Bank BNI, “ jelas Deddy Helmia. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bank BNI Cabang Mamuju, Mus Adral, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Herdin Ismail, Kepala Dinas Kehutanan Fakhruddin, Kepala Bidang Kab/ Kota Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar, Darwis Damir

Masih banyaknya pulau yang ada di Kabupaten mamuju yang belum tersentuh Listrik menjadi perhatian dan kegelisahan pemerintah Daerah dan Kabupaten serta berbagai pihak. Salah satu Perhatian ini datang dari Millinium Cahlenge Account (MCA) yang menghadirikan PLTS di salah satu pulau di Mamuju yakni Pulau Karampuang. Dengan adanya PLTS yang dibangun tentu menjadi harapan besar untuk masyarakat karampuang untuk menikmati adanya listrik. Gong yang dipukul Ali Baal menandakan Ground Breaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya Siap di kerjakan. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar yang didampingi Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin,Bupati Mamuju Hapsi Wahid, Asisten I Nur Alam Tahir,Deputi Direktir Program MCA-Indoensia,Lukas Adhiaksa dan Direktur Sky Energi Indonesia Hengky Loa berada di Pulau karampuan pada hari Jumat (19-5-2017) dengan menggunakan kapal dari Perikanan dan kelautan Provinsi Sulbar. Permasalahan terkait kelistrikan menjadi permasalahan masyarakat yang berada dipulau tersebut. Maka di Karampuang. Permasalahan lisitirk yang dihadapi warga Karampuang saat ini segera teratasi. Sebentar lagi, Pembangkit Listirk Tenaga Surya yang dibangun oleh Millenium Cahllenge Account (MCA) Inddonesia sebentar lagi akan menerangi warga yang bermukim di Karampuang. Sudah sejal lama proyek terbut dikerjakan, proyek tersebut akan menyediakan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 598 kwp, yang akan mengalirkan listrik bagi 3.317 orang yang tergabung dalam 784 keluarga di Pulau Karampauang, Mamuju, Sulawesi Barat. Sesuai informasi yang diperoleh, bahwa saat ini, masyrakat Karampuang sebagian sudah menikmati fasilitas listrik, hanya saja kurang memadai, dan mahal karena masih menggunakan genset, dan kapasitasnya juga terbatas, hanya dengan kapasitas 150 kw. Direktur Sy Energy Indonesia, Hengky Loa menyampaikan, bahwa proyek tersebut akan dirampungkan Desember mendatang, dan penduduk Pulau Karampuang sudah bisa menikmati listrik. Jika tidak bisa selesai untuk empat titik di bulan Desember, diharapkan ada satu titik yang selesai pada bulan Agustus, dan menjadi kemerdekaan untuk masyarakat Karampauang,”kata Hengky Loa. Untuk PLTS tersebut, dibangun di empat lokasi di Desa Karampuang,…

Mengawal Pemerintahannya sebagai Gubernur Sulbar yang dilantik pada Jumat 12 Mei 2017, Ali Baal Masdar telah merancang upaya peningkatan diberbagai sector. Utamanya sector pertanian. Menurut Alibaal bahwa saat ini petani menghasilkan beras atau melakoni pekerjaan persawahan saja. Kedepan kita ingin agar petani bukan hanya bisa bekerja sawah saja, akan tetapi bagaimana petani bisa juga melakukan bercocok tanam dengan berbagai macam hasil tanaman yang produktif. Seperti menanam Cabai, Jagung, Tomat dan berbagai macam tanaman lainnya.dan system yang digunakan tentunya cara menanam sudah dengan cara yang modern Sehingga ada perkembangan hasil tani yang lain yang bisa menunjang kemajuan disektor pertanian,Ujar Ali Baal. Bukan itu saja disektor lainnya, seperti hasil –hasil budidaya ikan,saat ini banyak yang menggunakan formalin untuk mengawetkan dan tentunya ini sangat berbahaya. Sehingga upaya kita adalah bagaimana agar hasil ikan kita segar dan sampai kepembeli tanpa pengawet. Ini yang akan kita rancang kedepan,Ucap Alibaal. Disektor lainnya kita akan berdayakan pengusaha local baik itu skala mikro dan makro yang ada di Sulbar. “jangan kita melupakan mereka kita harus berdayakan agar mereka dapat hidup dan perekonomian bisa meningkat seiring dengan kemajuan Sulbar. Semua harus dengan dukungan dari semua stakeholder terkait, baik itu tingkat OPD maupun, Kabupaten dan masyarakat. Agar kita bisa sejalan melangkah membangun Sulbar yang Malaqbi dalam bingkai Kesejahteraan masyarakat Sulbar. Disektor Pendidikan kita akan upayakan agar generasi kita bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, kalau perlu kita sekolahkan ke Luar Negeri. Sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas yang nantinya bisa melanjutkan sebagai Ren Generasi Bangsa dan Daerah ini,Tutur Alibaal.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar Menggelar Zikir dan doa Bersama Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar, Pimpinan OPD, SekdaSulbar Ismail Zainuddin, dan para pegawai ASN serta Keluarga Besar ABM di Rumah Jabatan Kamis, 18/5/2017. Kegiatan Zikir tersebut dilanjutkan pada malam harinya dengan solat Magrib dan Solat Isya di Masjid Raya An-Anwar, sekaligus ceramah . Usai itu, Alibaal menuju rujab untuk melaksanakan pengajian bersama. Acara pengajian dan doa bersama ini menurut Ali Baal adalah sebagai ajang silaturahmi dan sekaligus memasuki rumah jabatan yang akan ditinggalinya mulai Malam ini.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi bidang pengamanan pasar kementrian perdagangan RI, Sutriono Edi bersama Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Nandang. berbincang kepada Kepala Bulog Sulbar Edel Trudis, terkait kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. pada kesempatan tersebut turut dihadiri Asisten 1, Nur Alam Tahir dan Kepala Dinas Koperindag Provinsi Sulbar, Bahtiar di Gudang Bulog Sulbar. Kamis, 18 Mei 2017. Dalam perbincangannya, Ali Baal melihat mutu kualitas beras dan menanyakan harga. Menurut Abm, harga beras menjelang ramadhan berada pada harga 8 ribu perkilo dan masih berada pada harga yang terjangkau. “saya melihat beras bulog bagus dan tidak berkutu. Untuk persedian mencukupi sehingga diharapkan masyarakat agar jangan panic, pasalnya sembako kebutuhan pokok dan penyedian beras menjelang ramadhan sangat banyak dan insya allah kita tidak akan kekurangan. Ditanyakan tentang jika ada penimbunan, Alibaal langsung menjawab, bahwa jika ada yang melakukan pelanggaran dengan menimbun maka pihak bulog akan menindaklanjuti dan saat ini kita bersama-sama pula Kapolda untuk memantau . JIka ada pelanggaran dalam masa bulan ramadhan ini., tentu kita akan tindaki dan sesuai dengan aturan yang berlaku salah satunya dengan dicabut izinnya untuk berjualan, Tegas Mantan Bupati Polman ini. Kunjungan berikutnya kegudang distributor Toko Subur disana Alibaal juga memantau penyedian kebutuhan pokok, seperti gula,terigu dan minyak.

Menjelang Bulan Suci Ramadhan yang tidak lama lagi, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan sidak kepasar guna memantau kesedian kebutuhan pokok dan memantau harga baik itu beras maupun sembako pada hari Kamis, 18 Mei 2017. Ali Baal yang baru tiba langsung memasuki los basah di pasar baru. Para pedagang yang melihat Gubernur baru tersebut langsung mendekati dan mengucapkan selamat kepadanya. Kedatangannya di pasar baru Sentral langsung berada di penjualan bahan-bahan sembako. Alibaal yang berdialog dengan salah satu pedagang menanyakan harga seperti gula,tomat,Lombok dan bahan sembako lainnya. Beranjak Ali Baal menuju los ikan sambil menayakan, Alibaal langsung membeli ikan. Sontak saja penjual tersebut kaget dan gembira melihat gubernur membeli ikannya, “tak usah bayar pak gub ambil saja, namun Ali Baal langsung membayar ikan tersebut. “jangan bu, saya juga kan pembeli jadi harus bayar, Ujar Alibaal yang langsung menuju mobil untuk melanjutkan prjalanan ke Gudang Ditributor Subur Union guna memantau juga. Dalam peninjauan Ali Baal Masdar didampingi bidang pengamanan pasar kementrian perdagangan RI, Sutriono Edi bersama Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Nandang. berbincang kepada Kepala Bulog Sulbar Edel Trudis, terkait kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. pada kesempatan tersebut turut dihadiri Asisten 1, Nur Alam Tahir dan Kepala Dinas Koperindag Provinsi Sulbar, Bahtiar

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi oleh Kepala Bappeda Pemprov Sulbar, Junda Maulana dalam pertemuan kerjasama dengan Millenium Challenge Account Indonesia yang dihadiri oleh Deputi Direktur Program MCA Indonesia, Lukas Adhiakso, Direktur Kemakmuran Hijau, Andry Thamrin dan juga wakil dari Kementrin PPN/Bappenas, Vero Ardianto dan Kementrian ESDM

Rumah Sakit Regional yang bertaraf tipe B ini di tinjau langsung oleh Gubernur Sulbar Alibaal Masdar yang didampingi oleh Asisten bidang Administrasi umum Sulbar, Djamila, Staf ahli bidang Masyarakat dan SDM, Darno Majid, Staf ahli bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, A. Munasir, Direktur Plt RSU Regional Sulawesi Barat, drg. Asran Masdi dan Kepala Dinas Kesehatan, Achmad Azis saat meninjau proses pembangunan bangsal RS tipe B Sulbar pada hari Rabu 17 Mei 2017. Saat meninjau Alibaal sekaligus menjenguk salah satu tim keluarga yang berada di rumah sakit regional yang saat ini dalam keadaan sakit."semoga lekas sembuh untuk Salim, semua biaya saya yang tanggung mulai dari pengobatan sampai perawatannya, Ujar ABM kepada direktur Rumah Sakit Regional. Usai menjenguk, Alibaal langsung meninjau lokasi pembangunan rumah sakit yang berada dibelakang RS Regional. Saat meninjau lokasi pembangunan RS Regional, Alibaal melihat desain rumah sakit yang terpampang dalam bingkai foto yang terpasang didinding. beberapa pertanyaan di lontarkan Alibaal kepada salah seorang penangungjawab pembangunannya. Salah satu yang ditanyakan adalah tentang proses amdalnya dan kapan difungsikannya rumah sakit ini. "kalau rumah sakit ini dapat difungsikan pada akhir tahun maka kita harus memanfaatkannya dengan baik dan mengutamakan pelayanan bagi para pasien yang datang. "tentunya fasilitas yang ada akan berbeda, ada yang kelas ekonomi, kelas I,II dan VIP bahkan VVIP. Semua tergantung dari BPJS yang digunakan oleh pasien yang nantinya akan disesuaikan dengan ruangan nginapnya. Saat ini rumah sakit ini adalah tipe B, namun saya tidak akan puas dengan itu, kedepan kita akan usahakan agar bisa menjadi rumah sakit tipe A, harap Alibaal.

Pelaksanaan ujian sekolah untuk tingkat SD dimulai tanggal 15-19 Mei 2017. Dikesempatan tersebut Gubernur Sulbar Alibaal Masdar didampingi kadis Pendidikan Sulbar Andi Sukri Tamalele, Asisten I Nur Alam Tahir, Sekretaris Pendidikan Sulbar Suardi M, memantau pelaksanaan ujian tingkat SD .Pemantauan tersebut dilaksanakan rabu, (17 Mei 2017) di dua sekolah, yakni SDN OO1 Mamuju dan SD Puncak.Walaupun tidak dapat memasuki ruangan, karena sesuai dengan aturan, dimana yang hanya bisa masuk hanya peserta ujian dan pengawas. Namun disela sela pelaksanaan ujian, ABM yang melihat hanya melalui depan pintu, tetap memberikan semangat kepada anak anak dengan ucapan semoga mereka dapat lulus semua dan kepada guru yang menjalankan tugasnya agar menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai Gubernur yang baru menjabat, sudah menjadi kewajiban dirinya bersama jajaran terkait memantau dan turun melihat jalannya ujian disekolah . Dirinya sangat mengapresiasi semangat dan antusias anak-anak sangat bagus dalam melewati ujian sekolah dasar yang diadakan secara serentak di daerah masing-masing. Diharapkan, ujian tersebut dapat dilewati dengan mudah dan mencapai hasil yang maksimal.Saat melihat kondisi di dua sekolah tersebut, Gubernur ABM tentunya sangat melihat perbedaan. Dimana SDN OOI kondisinya sudah cukup lumayan, hanya saja masih diperlukan penambahan ruangan kelas. Disebutkan, setiap tahunnya siswa yang bisa diterima hingga empat kelas, namun, tahun ini hanya bisa menerima tiga kelas, itu karena kurangnya ruangan kelas.Sedangkan, pada SD Puncak , kondisi sekolah membutuhkan renovasi. Hanya saja, untuk pembangunan sekolah terkendala bangunan yang sulit untuk dibangun, dikarenakan daerah sekolah tersebut masuk dalam kawasan stadion“ Kalau disini tidak bangun karena kawasan stadion,jadi nanti kita panggil bupatinya, karena ini dalam kota. Kalau pun kawasan stadion, nanti disini dibangun apa, kalau diperbaiki sekolahnya, nanti dialih fungsikan, apakah asrama atlet atau ruang lainnya, jadi tidak ada masalah,ungkap Alibaal. Kedepan akan dilakukan koordinasi dan kami akan berkomunikasi dengan Bupati Mamuju, karena SD Puncak masuk dalam wilayah Kabupaten Mamuju untuk membicarakan…