Kominfo

Kominfo

Open Tournament Celebes Pra Series Downhill Race secara resmi, Jumat, 3 Maret 2017 Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu mengemukakan, Ia selaku Kepala Pemerintah Daerah memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang sudah berinisiatif dalam penyelenggaraan olahraga Downhill pertama di Provinsi Sulbar, apalagi antusias berbagai daerah diluar Sulawesi Barat sangat besar. Terbukti, dari 54 peserta yang ikut ambil bagian dalam ajang tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Provinsi Bali, Bandung, Jakarta, Surabaya, Kaltim, Palu dan Makassar turut meramaikan momen tersebut. “Olahraga ini bisa lebih dikembangkan, sehingga generasi muda dapat menyalurkan bakatnya dibidang sepeda gunung. Selain itu, masyarakat dapat teralih dari kegiatan negatif, utamanya penyebaran narkoba, “jelas Carlo. Jenderal bintang dua tersebut juga mengiginkan kegiatan tersebut bisa ke jenjang yang lebih besar seperti Tour The Celebes yang dimulai dari ujung Utara Sulawesi sampai Selatan. “ Kalau semua stakeholder dapat bekerja sama, kegiatan tersebut dapat terlaksana.” ungkap Carlo. Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mencegah penggunaan narkoba bagi generasi muda dan juga pembinaan mental kepada masyarakat yang sehat dan memiliki keterampilan, serta menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki kualitas dalam bersepeda. Lebih lanjut Nandang mengemukakan, secara tidak langsung pihak kepolisian bertanggung jawab atas keamanan kegiatan tersebut, terutama kegiatan yang berada di jalan umum, sudah menjadi kewajiban bagi kepolisian untuk memberikan pengamanan, adapun kelancaran pertandingan sepenuhnya tugas dari panitia pelaksana termasuk pengamanan rute pertandingan. “ Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mencegah pengguanaan narkoba bagi generasi muda, dikarenakan seorang olahragawan sangat tidak mungkin menggunakan narkoba.” tandas Nandang sekaligus membuka dengan resmi acara tersebut. Ketua Manakarra Cyling Comuniti ( MCC ) Sulawesi Barat, Aladin S Mengga mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut tidak lain dalam rangka membina mentalitas para pecinta sepeda, sekaligus memerangi penyalah gunaan narkoba yang sedang marak. Aladin menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu penyaluran bakat, bagi generasi…

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu memberikan masukan dan arahan pada pemaparan Program Direktur Rumah Sakit Regional yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Senin 06 Maret 2017 – Kondisi Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Provinsi Sulawesi Barat saat ini masih membutuhkan banyak pembenahan. Hal tersebut sesuai dengan masukan dan arahan dari Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu kepada jajaran Direksi RSU Regional Provinsi Sulbar usai menyampaikan pemaparan program prioritas OPD dihadapan Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu, Senin, 6 Maret 2017 di lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar “RSU Regional masih harus melakukan banyak pembenahan. Selain itu, pihak RSU harus memberikan pelayanan maksimal agar masyarakat Sulbar tidak lagi menjadikan Makassar sebagai tempat rujukan. Dengan demikian masyarakat Sulbar tidak perlu kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,”kata Carlo. Lebih lanjut Carlo menyampaikan, sejak awal ketika Ia melihat pembangunan gedung RSU regional tersebut belum layak dijadikan rumah sakit rujukan,karena sruktur pembagunan yang tidak sesuai dari segi keamanan dan kondisi cuaca yang menyebabkan terjadinya banjir dan lumpur dari atas bangunan yang berimbas pada ketidaknyamanan pasien yang sementara dirawat. Deputi V Bidang Kamtibms Kementrian Polhukam tersebut juga menyoroti kondisi kamar rumah sakit yang tidak sesuai dari harapan, karena kamar yang tergunakan saat ini baru mencapai 39 persen, dan Carlo pun menanyakan kepada pengelola RSUD kendala apa saja sehingga pengguna kamar inap tidak mencapai target 50 persen. “ Pasien yang dirawat di RS ini tentunya tidak puas dengan pelayanan RS, sehingga satu-satunya jalan ialah meningkatkan kualitas pelayanan. Kalau saya jadi direktur bagaimana caranya, itu minimal 60 persen mencapai target,” tantang Carlo kepada jajaran Direksi RSU. Direktur RSUD Regional, Asram Masdi memaparkan, pihak rumah sakit sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan standar pelayanan kepada masyarakat Sulbar. Salah satu program yang diterapkan dalam tiap tahunnya, yaitu mengadakan sarana dan prasarana serta peningkatan sumber daya manusia itu sendiri.…

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu meakukan uji coba Lapangan Golf Korem 142 Tatag Rangas, Mamuju, Jumat, 3 Maret 2017

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu memberikan masukan dan arahan pada pemaparan Program Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Senin 06 Maret 2017

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu saat memberikan arahan dan masukan pada Pemaparan Program Biro Humas dan Protokol yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 02 Maret 2017

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulbar menggelar acara Serah terima Jabatan Kepala BNNP Sulbar yang lama , Kombes Pol. Purwoko Adi Se kepada Kombes Pol Drs Dedi Sutarya yang baru, di Kantor BNN Sulbar pada Rabu, (1/3/2017). Dihadiri Pj Gubernur Sulbar Carlo Brix Tewu, kapolda Sulbar Brigjen Pol, Nandang, Dandim 1418 Mamuju,Kapolres Mamuju Akbp Muhammad Rivai,Kasrem 142 Tatag letkol Inf Drs Priono, Dir Narkoba Polda Sulbar,Damdim dan Kejaksaaan Mamuju dan para staf jajaran BNN Prov Sulbar dan rekan-rekan Pers. Pada pelaksanaannya kegiatan tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara sertijab sekaligus sambutan oleh pejabat lama dan pejabat baru. Dalam sambutan Pj Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu mengatakan untuk meminta kepada seluruh stakholder untuk bersinergik dalam mencegah dan memberantas narkoba. Dengan melibatkan kapolda Sulbar dan peran serta masyarakat tentu kita bisa bersama-sama mengurangi angka pengguna Narkoba di Sulbar. Sedangkan dalam sambutan Kepala BNN Prov Sulbar yang baru mengemukakan tentang visi yaitu mewujudkan masyarakat Sulbar yang sehat, bebas dari penyalahgunaan narkoba dan misi menyatukan dan menggerakkan segenap potensi masyarakat dalam upaya pencegahan,rehablitasi dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Dengan tujuan untuk meningkatkan penanganan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Prov Sulbar. Selain itu Dedi Sutarya menambahkan bahwa potensi dan permasalahan terfokus kepada empat hal, yaitu masyarakat tidak menyalahgunakan narkoba, masyrakat tidak terlibat peredaran gelap narkoba, penyalahguna pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba pulih dan tidak kambuh lagi dan jaringan dan peredaran gelap narkoba yang dilumpuhkan. Selain itu, target BNN Sulbar tahun 2017 dalam intern, mengelola kelembagaan untuk mewujudkan staf dan anggota BNNP sulbar yang profesional,moder dan akuntabel sedangkan yang eksteren melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan narkoba (P4GN) yang dilaksanakan secara berkoorinasi dan kerjasama lintas sektor dan intansi yaitu, bagaimana meningkatnya daya tangkal masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, bagaimana mewujudkan kemandirian masyarakat dan stakeholder berpartisipasi dalam pelaksanaan P4GN, bagaimana meningkatkan mantan penyalahgunaan dan pecandu narkoba agar…

27 Feb 2017

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu bersama Gubernur se Sulawesi mendampingi Wapres, Jusuf Kalla melakukan konferensi pers dengan media usai menghadiri pertemuan Gubernur se Sulawesi yang berlangsung di Rujab Gubernur Sulsel, Senin, 27 Februari 2017

Bebas Manggazali mempermantap data base yang ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sulbar, guna melihat aspek yang ada untuk melakukan perencanaan yang matang dan saat ini kita masih membenahi regulasi aturan aturan sebagai instrumen untuk kita bekerja, ungkapnya di ruang kerjanya (21/2) 2017. Selain itu dinas perumahan dan kawasan pemukiman belum ke orientasi fisik, itu akan kami lakukan pada tahun 2018 dan sasaran kedepan adalah kabupaten Matra, melihat di daerah tersebut masih berada pada pinggiran pantai yang tentunya masih ada pada kawasan yang tidak layak huni.Namun diperlukan adanya data base yang dijadikan sebagai bahan perencanaan. Misalnya daerah Kabupaten Matra yang rencananya akan dibangun sebuah kawasan pemukiman yang layak huni dengan luas 10 hektar atau 15 hektar.. “ dengan adanya kawasan yang luas nantinya itu akan menjadi kawasan pemukiman yang layak bisa ditempati. Apakah itu untuk kawasan nelayan ataukah diperuntukkan untuk mereka yang menempati rumah namun tidak layak untuk ditempati. Terpenting adalah data base yang harus kuat untuk menjadi acuan kami, “ujar Bebas. Bebas menambahkan bahwa sebagai dinas baru, yang dilakukan pembenahan internal kantor, tempat kerja dan saat ini, dia bersama para kabid menyusun rencana kerja dan setelah semua rampung, pada bulan Maret baru kami akan turun memantau. Untuk langlah awal, kami telah turun langsung memantau rumah susun yang ada di Rangas, bersama kelompok pokja dan beberapa komponen, . Dalam hasil pantauan, kami mendapatkan kejanggalan,pasalnya harga sewa tersebut belum memiliki perda dan belum diserahkan ke Pemprov. Sehingga hasil sewa tersebut dikelola salah satu orang disana dan hasil sewa dimasukkan dalam rekening pribadi dan itu sangat melanggar, tegas Bebas. “. Nah sekarang yang mau kita luruskan sekarang ini bagaimana adanya penyerahan pusat ke pemprov, dan saya tidak mau menyalahkan masa lalu yang saya mau lakukan adalah pembenahan saat ini, Ucap Bebas. Selain itu saat ini kami baru usulkan permintaan rencana…

Sulbar .Kegiatan Sosialisasi tersebut dilaksanakan di hotel Maleo pada tanggal (22/2) 2017 dan dihadiri , Kepala SKPD Prov.Sulawesi Barat, Kepala SKPD Kab. Se-Sulawesi Barat dan yang menangani kegiatan pembinaan jasa konstruksi atau yang mewakili, Ketua dan pengurus LPJK Prov.Sulawesi Barat, para Ketua Asosiasi perusahaan jasa konstruksi Prov. Sulawesi Barat, Perwakilan Asosiasi Jasa Konstruksi, Perwakilan Perguruan Tinggi/Masyarakat Intelektual,Pverwakilan organisasi masyarakat, perwakilan media massa, dan perwakilan perusahaan jasa konstruksi. Pada sambutan, Ismail menjelaskan tentang peranan jasa konstruksi khususnya Sulbar. Jasa kontruksi mempunyai peranan strategis dalam pembangunan nasional umumnya dan di prov.Selawesi Kontruksi tahun anggaran 2017, pada bidang Bina Jasa Kontruksi, Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Barat khususnya, sehingga perludilakukan pembinaan terhadap penyedia jasa, pengguna jasa maupun masyarakat serta kerja sama antar pemerintah Prov. Sulawesi Barat dengan stakeholders terkait guna menumbuhkan pemahaman dan kesadaran akan tugas dan fungsi serta hak Sekretaris Daerah Sulbar, Ismail Zainuddin membuka kegiatan SosialisasiUndang Undang Kebijakan dan kewajiban masing-masing serta meningkatkan kemampuan dalam mewujudkan tertib usaha jasa konstruksi,tertip penyelengraan pekerjaan konstruksi, dan tertib pemanfaatan hasil pekerjaan konstruksi,Ujar Ismail. Lebih lanjut Ismail mengutarakan tentang tujuan kegiatan ini, yakni untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengadaan jasa konstruksi yang bebas KKN, meningkatkan kompetensi kerja konstruksi yang professional, mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui koordinasi antar sektor, meningkatkan kemampuan penyediaan dan pengguna jasa sehingga mampu memahami standar-standar regional, nasional dan internasional di bidang jasa kontruksi, memantapkan peraturan-peraturan tentang jasa konstruksi. “Pelaksanaan sosialisasi jasa konstruksi ini dapat juaga di pandang sebagai upaya kita untuk menampung aspirasi para asosiasi dan pengusaha jasa konstruksi menyampaikan sumbang saran pemikiran dalam rangka menyempurnahkan dan pengembangan jasa konstruksi di Sulawesi Barat dalam mengaplikasikan kebijakan nasional,ungkap Ismail. Ismail mengemukakan Kebijakan Nasional pengaturan jasa konstruksi di tuangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan yaitu UU No 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi dan telah di revisi menjadi UU No 2 Tahun…

Provinsi Sulawesi Barat sementara dalam proses demokrasi mencari figur terbaik sebagai pemimpinnya. Saat nantinya proses itu berakhir, kesuksesan itu tak lepas dari tangan dingin figur tegas yang memimpin Sulbar selama masa pilkada berlangsung. Adalah Irjen Pol Carlo Brix Tewu, sosok berpangkat jendral bintang dua ini hadir mengisi dan melanjutkan kepemimpinan H Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga sebagai penjabat Gubernur Sulbar. Berbekal pengalaman yang mumpuni, sang jendral dipercayakan menahkodai Sulbar sesuai Keputusan Presiden Nomor 143/P tahun 2016, dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja Jakarta pada akhir Desember 2016. Saat melantiknya, Mendagri berharap bahwa Carlo bisa menjadi pemimpin yang membawa Sulbar sebagai Provinsi yang sukses dalam pembelajaran demokrasi. Karena menurut Mendagri, tugas pokok yang harus dilaksanakan sebagai Penjabat Gubernur adalah mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wagub (Pilgub) Sulbar 2017. "Tugas pokok ini berdasarkan jabatannya sebagai Penjabat yang memiliki perbedaan dengan pelaksana tugas. Kalau penjabat diangkat dengan keputusan Presiden, sehingga memiliki tanggungjawab yang berat. Bangunlah komunikasi secara intensif dengan anggota DPD, DPR RI dari Sulbar, DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulbar. Demikian juga dengan seluruh satuan perangkat daerah khususnya dengan Forkopimda, terkhususnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, agar ada peningkatan kesejahteraan rakyat. Penjabat gubernur memang bukan penjabat politik. Sehingga harus mampu mengawal ASN, Polri, dan TNI untuk netralitas selama pilkada. Penjabat gubernur harus mampu koordinasi dengan bupati/walikota untuk menghadirkan pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan publik. Saya berharap, untuk tugas penyelenggaraan pemda yang berpedoman pada nawacita disesuaikan dengan karakteristik daerah," ucapnya Tjahjo Kumolo. Amanah dilimpahkan kepada Carlo bukan tanpa alsan. Mendagri Tjahjo Kumolo menilai Carlo yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara sebagai sosok yang lurus, bersih, dan mampu membangun komunikasi dengan baik. Sehingga harapan penuh diletakkan di pundak Carlo untuk kesuksesan Sulbar dalam menghasilkan figur pemimpin pilihan rakyat Sulbar.…