Kominfo

Kominfo

Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar merupakan salah satu domain penting dalam indeks pembangunan yang harus bersinerjik dengan pemerintah dan masyarakat dan menjadi prioritas daerah untuk menjadi tolak ukur tentang bagaimana masyarakat kita memiliki umur harapan hidup yang lebih baik. pasalnya umur rata rata harapan hidup saat ini berkisar 64 atau 65 tahun itu sangat dipengaruhi oleh angka kematian atau angka kesakitan, dimana angka kematian dan angka kesakitan itu interpensi spesifiknya dari kesehatan dan itu sekitar 24 indikator komposit ungkap Kepala Dinas Kesehatan. dr Azis di ruang kerjanya pada tanggal 1 Februari 2017. dr Azis menuturkan bahwa kalau upaya upaya kesehatan sebenarnya hampir tidak terlalu berat sepanjang ada komitmen untuk melaksanakannya. Salah satu contoh adalah imunisasi, dimana imunisasi adalah untuk memberikan pertahanan tubuh, baik itu untuk orang yang mau menikah, ibu hamil dan bayi yang baru lahir.Sehingga dalam hal ini pemerintah memberikan fasilitas gratis untuk bisa menjadi sasaran kemasyarakat." jadi masyarakat itu sisa bergerak untuk mendapatkan fasilitas tersebut, namun untuk bergerak, masyarakat perlu dibantu oleh sektor lain, seperti desa, ibu desa dan stakeholder terkait. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan mudah informasi, masyarakat bisa memanfaatkan dan mengetahui akses fasilitas tersebut. Tanpa dorongan dari setakholder terkait program ini tidak akan bisa jalan, Ujarnya. Selain itu imunisasi itu targetnya 100 persen dari seluruh sasaran , akan tetapi untuk saat ini baru sekitar 80 persen yang tercapai. Maka masih ada sekitar 20 persen tingkat kerawanan yang menjadi tanggung jawab kita semua. " tanggungjawab ini bukan hanya tanggungjawab puskemas saja, tetapi tanggungjawab kita semua. Dinas Kesehatan memiliki tanggungjawab dalam bentuk eksekusi spesifik contoh mau disuntik atau diteteskan. Untuk menggerakan masyarakat ke posyandu atau kesasaran kesehatan itu semua punya peran.Ditambahkan dr Azis tentang indikator kedua adalah berprilaku hidup sehat dengan lingkungan yang kondusif serta lingkungan yang sehat. Selain keluarga maka sektor lainpun juga harus berperan sehingga lingkungan ini…

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kanwil Sulbar meluncurkan Fitur Mobile Screening di kantor BPJS Kesehatan Kanwil Sulbar pada tanggal 1 Februari 2017. pada peluncuran tersebut turut hadir Sekda Kabupaten Mamuju M Daud Yahya, Kepala Dinas Kesehatan Mamuju dr Hajrah As'ad, lima perwakilan instansi Provinsi dan Kabupaten dan 10 perwakilan dari badan usaha se kabupaten Mamuju. Disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kanwil Sosial, Hartati Rachim pada sambutannya bahwa peluncuran fitur mobile screen, merupakan skrining riwayat kesehatan yang merupakan salah satu cara untuk mengetahui adanya faktor resiko terjadinya penyakit di masa datang. Meliputi diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal dan jantung koroner, dimana penyakit ini yang sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining, ungkap Hartati. “Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kanwil Sulbar,ujar "Hartati Rachim. hartati menjelaskan tentang cara Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta.…

penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu kembali melakukan pengukuhan untuk 192 pejabat administrator (Pejabat eselon III) lingkup Pemprov Sulbar dilantik Rabu, 4 Januari 2017. Pelantikan tersebut juga dihadiri Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin dan semua Kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar.“Pelantikan ini ada yang senang dan juga psti ada yang tidak senang. Pergantian dalam suatu jabatan adaah hal biasa. Mari kita merespon dengan jiwa besar ,bagi yang belum berkesempatan mari berkaca diri dan bekerja lebih baik Lagi,” kata Carlo.Ia mengatakan, posisi pejabat administrator adalah posisi yang sangat strategis. Pekerjaan yang telah dirancang oleh Pemprov Sulbar tahun ini sangat bergantung pada pejabat yang dilantik saat ini.“Mari kita bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditentukan. Bagaimana caranya, apa yang menjadi program pemerintah daerah harus sesuai target waktu.Jangan adalagi pungutan sekolah,pungutan ijin dan pungutan lain pada SKPD pelayanan publik.Itu semua harus ditinggalkan,”tegas jenderal bintang dua tersebut.Lebih lanjut ditegaskan, kalau bapak/ Ibu yg dilantik Pada hari ini (kemarin,red) hanya duduk manis,silahkan minggir Karena ini akan dievaluasi tiga bulan kedepan. sebagai pelayan publik, harus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan jangan dipersulit .“Selamat atas pelantikan saudara,Mari bekerja keras,dan buktikan bahwa saudara memang pantas untuk mendapatkan promosi,”tutup Carlo mengakhiri sambutannya

Jelang Pemilukada 2017 yang akan dilaksanakan 15 Februari, Pemprov Sulbar merencanakan untuk menggelar Deklarasi Damai yang disertai dengan silaturrahim raja- raja dari Pitu Ulunna Sulu dan Pitu Ba’bana Binanga di Sulbar. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung Ahad, 5 Februari di Ballroom Hotel Maleo, Mamuju Hal tersebut disepakati pada pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulbar, Rabu, 1 Februari 2017 dipimpin langsung oleh Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin. Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin pada kesempatan tersebut menyampaikan, di abad ini, Sejarah Pitu ulunna Salu dan Pitu Ba’bana Binanga di Sulbar tidak pernah diulas dan di ungkapkan kepermukaan. “Sudah saatnya mengangkat sejarah yang ada di Sulawesi Barat. Sejarah pitu ulunna salu dan pitu ba’bana binanga tidak pernah diulas dan diungkapkan kepermukaan,”tandasnya Ditambahkan, pada kegiatan nantinya akan disuguhkan hiburan musik bambu, parade busana pakaian adat serta makan malam bersama. Disampaikan, pagelaran adat tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Hanya, acara tambahan dan selingan untuk menghibur para undangan, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulbar. ” Paslon yang diundang harus menggunakan pakaian adat, tidak ada yang menggunakan baju dari kelompoknya” ungkap Ismail Selain pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, direncanakan mengundang Bupati se Sulbar, tokoh-tokoh masyarakat Sulbar, 14 raja-raja di Sulbar, Forum Koordinasi Unsur Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal dan SKPD Pemprov Sulbar

Pasca dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, karteker atau penjabat Gubernur Sulbar, Irjen Pol Carlo Brix Tewu dijadwalkan tiba di Mamuju Selasa (3/1/2017). Carlo tiba pukul 13.00 wita di Bandara Tampa Padang, Mamuju, dijemput Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, mantan gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Jajaran pejabat SKPD Pemrov Sulbar.Mengawali tugasnya di Sulbar, Carlo akan melantik dan mengukuhkan pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulbar pukul 16.00 Wita. Acara ini berlangsung di kantor gubernur Sulbar dan penjabat Irjen Pol Carlo Brix Tewu langsung mengukuhkan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator lingkup pemerintah Provinsi Sulbar dan pada esekonya tanggal 5 Januari 2017 melantik eselon IV lingkup pemerintah Provinsi Sulbar. Pada acara pengukuhan Carlo mengutarakan pada sambutannya ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi Sulbar dan mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh yang telah memberikan sambutan yang luar biasa untuk kehadirannya sebagai penjabat Gubernur Sulbar sampai adanya gubernur definitif. Di sampaikan Carlo bahwa tentang kehadirannya sebagai pengisi pasca usai jabatan Gubernur sulbar dan setelah dirinya dilantik ole Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jumat (30/12), menyebutkan dua tugas pokok penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang di embannya.Dua tugas pokok tersebut yang disampaikan Mendagri kepada dirinya yakni mewujudkan keefektivitasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Pemda) dan juga menyukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2017 di Sulawesi Barat dan esoknya tanggal 5 Dalam Pilkada Serentak 2017, Carlo menyebutkan bahwa penjabat gubernur harus mampu mengawal Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, serta Polri untuk menjaga netralitas Pilkada.Selama dirinya sebagai penjabat gubernur di Sulbar, Carlo juga bisa membangun koordinasi dengan bupati/walikota serta perangkat pemerintah daerah lainnya guna menghadirkan pemerintahan yang senantiasa memberikan pelayanan publik dan mampu bangun komunikasi dan memfokuskan pelayanan pelayanan.selain itu Carlo mengajak pemerintah daerah bersama-sama berkomitmen untuk selalu memperhatikan area rawan korupsi terkait dengan perencanaan anggaran. Hal…

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Irjen Pol Carlo Brix Tewu menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Sebab, masa jabatan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Wakil Gubernur (wagub) Aladin S Mengga berakhir pada 14 Desember 2016. Carlo dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 143/P Tahun 2016.“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada bapak gubernur dan wagub yang telah sukses dan berhasil mengemban amanah, membimbing masyarakat dan daerah Sulbar. Selama 10 tahun ini perkembangannya mampu bersaing dengan Sulawesi Selatan,” kata Tjahjo usai melantik Carlo di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (30/12).Menurut Tjahjo, Pj Gubernur Sulbar mempunyai dua tugas pokok. Pertama, mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kedua, menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wagub (Pilgub) Sulbar 2017.Dia juga menjelaskan, Pj berbeda dengan pelaksana tugas. “Kalau penjabat diangkat dengan keputusan Presiden yang baru kami terima kemarin sore,” jelasnya.Dia berharap, Carlo membangun komunikasi intensif dengan anggota DPD dan DPR dari Sulbar, DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulbar. “Serta seluruh satuan perangkat daerah khususnya dengan Forkopimda, khususnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat sehingga ada peningkatan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.Dia juga memuji sosok Carlo yang dinilainya lurus, bersih, dan mampu membangun komunikasi dengan baik. “Saya berharap, untuk tugas penyelenggaraan pemda yang berpedoman pada nawacita disesuaikan dengan karakteristik daerah,” katanya.“Penjabat gubernur memang bukan penjabat politik maka harus mampu mengawal ASN, Polri, dan TNI untuk netralitas selama pilkada. Penjabat gubernur harus mampu koordinasi dengan bupati/ wali kota dalam menghadirkan pemerintah dan masyarakat dalam rangka pelayanan publik untuk masyarakat.”Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, Pilgub Sulbar sudah disiapkan sebaik-baiknya sesuai arahan Mendagri dan ketentuan perundangan. “Harapan pada penjabat adalah melanjutkan tugas pemerintahan dan pembangunan di masa transisi, sampai dilantiknya kepala daerah definitif,” kata Anwar.“Maaf kepada Mendagri karena Wagub, tidak bisa hadir. Berita pelantikan mendadak. Istri sebagai Ketua Umum TP PKK Sulbar, tidak bisa hadir.…

Halaman 32 dari 32