Kominfo

Kominfo

23 Mar 2017

Sekprov. Sulawesi Barat, Ismail Zainuddin memimpin Rapat Terkait Kinerja ASN Lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar yang digelar di Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 23 Maret 2017 Mamuju, Humas Pemprov Sulbar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan evaluasi kinerja Aparatur Sipil negara (ASN) yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 23 Maret 2017. Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin saat membuka pertemuan tersebut menyampaikan, evaluasi dilakukan untuk mencari dimana titik lemah serta permasalahannya, terutama masih ada jabatan yang kosong. Sehingga hampir seluruh kegiatan yang diharapkan berjalan berjalan tepat waktu, namun tidak bisa terselenggara dengan baik. “Saya sering mendapat laporan, bahwa pada saat Gubernur menerima paparan masing-masing Kepala OPD, alasan klasik yang selalu dikemukakan adalah masalah masih ada jabatan yang lowong. Jadi seorang manager yang baik, pasti masalah itu bisa diselesaikan dengan baik. Untuk itu saya tidak pernah menyalahkan saudara tetapi mungkin pengendalian saya yang agak lemah” kata Ismail Zainuddin Terkait dengan masalah evaluasi kinerja, lanjut Ismail Zainuddin, ada beberapa dokumen yang dibutuhkan, diantaranya struktur organisasi OPD yang meggambarkan masih ada jabatan yang kosong, uraian tugas dan fungsi masing-masing bidang, rincian tugas staf, laporan keuangan terkhir OPD serta laporan kegiatan yang sudah berjalan. Selain itu, setiap OPD melaporkan permasalah terkait kinerja ASN khususnya ASN yang tidak produktif. Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Sulbar Musa mengemukakan, pelaksanaan kegiatan tersebut untuk menindaklanjuti arahan Gubernur tentang pelaksanaan kegiatan serta realisasi keuangan serta fisik. Selain itu, Gubernur juga menekankan setiap OPD lingkup Pemerintah Sulawesi Barat dapat betul-betul menjalankan PP No.53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN dalam rangka pelaksanaan kegiatan-kegiatan serta dalam rangka mengembang tugas sesuai dengan arah kebijakan Pembangunan. Selain itu, dalam rangka mengevaluasi kinerja, pengisian jabatan yang kosong disesuaikan dengan keahlian. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi barat Ismail Zainuddin didampingi kepala BKD Provinsi Sulbar Musa, serta dihadiri seluruh OPD lingkup Pemerintah…

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) menggelar kegiatan focus Group Discussion yang membahas tentang kinerja Kepala Sekolah SMK dan Kepek SMA serta Kepala Pengawas Pendidikan serta Jumlah angka buta huruf yang masih tinggi. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balitbangda, Jamil Barambangi, Dewan Pendidikan Sulbar, Ansar, Kabid pengendalian Sulbar,Piter Zon. Focus Ground Discussion dilaksanakan hari Kamis (23/3)2017 diruang meeting kantor Balitbangda Sulbar. Pengawas dan jumlah angka buta huruf yang masih tinggi. Jamil Barambangi mengemukakan bahwa Fokus Group Discussion yang dilaksanakan hari ini merupakan ke empat kalinya yang dilakukan. Balitbangda memiliki tugas rutin mengkaji sejumlah permasalahan yang masuk urusan wajib dan penting disektor pemerintahan serta sejumlah kebutuhan yang ada di pemerintahan di Provinsi Sulbar . Tentu apa yang dikemukakan oleh balitbangda sifatnya makro mungkin juga subjektif tentu sebagai orang diluar sistem dikbud itu memiliki perbedaan terkait masukan. Sehingga satu satu pertimbangan dewan pendidikan kami undang karena dewan pendidikan adalah bagian dari dikbud dan diluar dikbud yang nantinya bisa memberikan masukan, memberikan kontribusi sebagai salah satu solusi alternatif untuk memperbaiki pendidikan di Sulbar baik dimasa sekarang dan masa yang akan datang.Apalagi dengan beralihnya pengelolaan SMK dan SMA ke Provinsi. hal inilah yang perlu dibahas untuk mencari alternatif dalam peningkatan kinerja para Kepala Sekolah tingkat SMA dan SMK dan Pengawas Sekolah. Yang nantinya akan menjadi bahan rekomendasi kepad Gubernur Sulbar terkhususnya Dinas Pendidikan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka mengambil langkah langkah perbaikan masa depan, Ujar Mantan Asisten I Sulbar ini.

Sekprov. Sulawesi Barat, Ismail Zainuddin saat memberikan sambutan dalam Rapat Persiapan PENAS XV Aceh 2017, yang digelar di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 22 Maret 2017 Pemprov Sulbar – Jelang Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XV yang direncanakan digelar di Provinsi Aceh, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar Rapat Koordinasi di ruang pertemuan lantai III Kantor Gubernur Sulawesi barat, Rabu 22 Maret 2017 Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin menyampaikan, bahwa Pekan Nasional adalah salah satu ajang pertemuan dan silaturrahim para petani nelayan dan seluruh stakeholder dalam rangka meningkatkan motivasi dan kegairahan petani, nelayan dan hutan serta masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan yang mana setiap daerah dapat mengaktualisasikan seluruh potensi masing-masing daerah khususnya Provinsi Sulawesi Barat. “Penas ini juga bagian dari upaya kita untuk memperkenalkan produk , inovasi, teknologi-teknologi yang kita miliki dalam rangka meningkatkan produksi petani dan nelayan dan sekaligus juga kita akan belajar berinovasi dari teknologi apa saja yang dikembangkan dari petani-petani dari daerah lain. Tapi dalam proses pengembangannya, tidak serta merta sebab kita harus mempelajari kondisi geografis, sistem pemasaran kita. Jadi kita tidak sekedar meniru tetapi juga bisa mengaktualisasikan ke dalam sikap kita sebagai seorang petani” ucap Ismail. Lanjut disampaikan, Provinsi Sulbar memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) baik di darat maupun di laut seperti Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan. Sektor Pertanian berperan besar dalam Pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat, dimana sektor pertanian menyumbang Pembentukan PDRB Provinsi Sulbar, menyerap tenaga kerja dari jumlah Penduduk yang bekerja serta berperan strategis dalam penciptaan Ketahanan Pangan Daerah melalui penyediaan pangan Masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan Ketahanan Sosial dan Ketahanan Nasional. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar Hamzah dalam pemaparannya menyampaikan, dalam rangka membangkitkan semangat dan tanggung…

Dinas Pertanian Provinsi Sulbar melaksanakan workshop Perencaan Pembangunan Pertanian Tahun 2018. Workshop tersebut dilaksanakan di hotel Maleo tanggal ( 22/3) 2017. Kegiatan tersebut dihadiri Kadis Pertanian Sulbar, Hamzah, Asisten II Sekretariat Provinsi Sulbar, Ketua Komisi II DPRD Sulbar, KA.BPTP Prov Sulbar Kadis Pertanian kabupaten se Sulbar, Kepala Bappeda Sulbar, Kepala LPTP Sulbar dan para pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Pertanian Sulbar. Pada sambutan Kadis Pertanian hamzah mengemukakan tentang tujuan kegiatan workshop ini adalah untuk mensinergikan kebijakan perencanaan pembangunan pertanian tahun 2018 dan meningkatkan kualitas perencaaan pembangunan pertanian dan peternakan melalukan sinergitas antara kebijakan Pusat,Provinsi dan kabupaten. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat,Provinsi dan kabupaten. Memantapkan rancangan program dan kegiatan tahun 2018. “diharapkan kegiatan ini tersususnnya draf rancangan Renja (APBN dan APBD) Dinas Pertanian tahun 2018 dan tercapainya komitmen percepatan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2017 serta terpetakannya permasalahan dan alternative solusi penyelesaian masalah terhadap rencana pelaksanaan kegiatan tahun 2018

Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Suardi Mappeabang memantau ujuan USBN pada hari Rabu, (22/3) 2017 di beberapa sekolah yang ada di Mamuju. Pantaun tersebut di mulai dari SMA Negeri 1, SMAN 2 dan SMAN 3 dan SMK Rangas. Menurut Suardi bahwa dari hasil pemantauan pelaksanaan ujian USBN disetiap sekolah di kabupaten Mamuju, semua sudah sesuai dengan mekanisme. Di mulai dari kertas ujian, tata ruangan dan tempat duduk siswa yang sudah sesuai dengan aturan." diharapkan pelaksanaan Ujian Nasional nantinya dapat berjalan pula dengan lancar dan aman yang dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai 14 April 2017.

Sekda Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin melaksanakan rapat bersama BKD Sulbar dan Biro Pemerintahan Sulbar dan Pimpinan OPD Sulbar serta konsultan Multimedia. Rapat tersebut dilaksanakan hari Rabu tanggal 22 Maret 2017 diruangan Sekda Sulbar. Pada pembahasan tersebut, Ismail Zainuddin menginginkan agaruntuk mengatur kedisplinan, dianjurkan agar setiap OPD Sulbar memiliki alat mesin atau absensi eletronik . Dimana anggarannya setiap OPD yang menanggung. Hal ini merupakan pengaturan dalam memantau kehadiran para pegawai yang ada di Sulbar. “ dari hasil ini diharapkan dua bulan semua OPD sudah memiliki alat mesin tersebut, Tegas Ismail.

Pj Gubernur Sulbar carlo Brix Tewu merancang pembuatan kolam dan taman di bawah Jembatan, Masjid Kantor Gubernur Sulbar. Penataan taman dan kolam tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi , dimana pemandangan asri nan hijau serta memiliki unsure manfaat atau tanaman produktif yang bisa di manfaatkan. Rancangan inilah yang dibahas Carlo Brix Tewu bersama bidang Pu Cipta karya pada Dinas Pu dan Tata Ruang Provinsi Sulbar. Rapat tersebut digelar di ruang Oval, lantai III kantor Gubernur Sulbar pada hari Rabu (22 /3) 2017. Dikemukakan Carlo bahwa pembuatan taman ini dikerjakan oleh Bidang Cipta Karya. Sesuai dengan apa yang telah dirancang, nantinya akan dibuatkan kolam dan taman. Taman tersebut bukan saja untuk menghijaukan saja, akan tetapi akan ditanamai berbagai macam tanaman produktif seperti bibit mangga dan tanaman lainnya. Sehingga diharapkan akan menjadi sebuah tempat rekreasi bagi masyarakat Sulbar. Namun setelah semua jadi, diharapkan harus menjaga kebersihan lingkungan Ujar, Carlo.

Pj. Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu saat meninjau Pembangunan Taman yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 22 Maret 2017

Rapat koordinasi Penanganan Konflik Sosial dan Gerakan Revolusi Mental di buka oleh Pj Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu, yang menghadirkan Kabinda Sulbar, kapolda Sulbar,Danrem 142 Tatag, Pimpinan OPD Sulbar dan para Camat se Sulbar. yang dilaksanakan hari Selasa pada tanggal 21 Maret 2017 dilantai IV, kantor Gubernur Sulawesi Barat. Pada sambutan Carlo menjelaskan bahwa pelaksanaan Roda pemerintahan di Sulbar akan berjalan secara maju dan maksimal jika dikerjakan secara bersinergi. Sehingga merupakan ujung tombaknya berada ditangan para camat .Sehingga dikesempatan ini, kami menghadirkan para camat se Sulbar untuk bersama-sama saling berkoordinasi dan bersinergi dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari hari. Lebih lanjt disampaikan bahwa mesin biorgrasi kita masih sangat lemah dan masih perlu belajar dengan Negara lain. Pada sambutan Presiden saat rapat APPSI, mengatakan maka dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, Indonesia berada paling uruntan ke-2 Akhir tentang Misi Birokrasi. Misi birokrasi kita sangat lemah di bandingkan dengan Negara lain . Kita kalah dengan negara Vietnam yang kita lihat secara keseluruhan masih jauh tertinggal. Sehingga misi Birokrasi, untuk ASN memang harus masih banyak belajar. Sehingga hal inilah yang melatar belakangi sehingga pemerintah kabinet kita ini ingin mengeluarkan yang namanya Nawacita, Ujar Carlo. Berdsarkan Inpres Nomor 12 Tahun 2016 tentang gerakan Nasional Revolusi Mental yang harus di laksanakan dalam kehidupan sehari hari. "saya ingin dari pertemuan bukan hanya satu arah saja ,tetapi kita berkaborasi tentang persoalan-persoalan yang di hadapi. Tolong sampaikan, sehingga nantinya terjadi komunikasi dua arah kalau perlu saling mengkoreksi,mengkrtik kebijakan-kebijakan pemerintah kabupaten dan Provinsi tentang bagaimana kita membangun yang namanya mulai dari pinggiran Dan saya menginginkan ada timbal balik, masukan dari saudara-saudara,pinta Carlo. Ditegaskan Carlo, tentang kenapa kita perlu Revolusi Mental, karena merosotonya wibawa negara,lemahnya kondisi perekonomian bangsa, lemahnya sendi perekonomian bangsa dan intoleransi serta krisis kepribadian bangsa. Selain itu, dari berbagai permasalahan tersebut terciptalah nilai nilai integritas,etos kerja dan goorng…

Kepala Biro Ekbang Sulbar Membuka Acara OJK Kepala Biro Ekbang Sulbar, Muhammad Ali Chandra saat membacakan sambutan Sekprov didampingi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Dadal Angkoro serta Direktur Pengawasan LJK, Indarto Budiwitono Regional VI Sulawesi Maluku dan Papua dan Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kepala OPD yang terkait dan pihak pihak perbankan. yang berlangsung di ruang Rapat Lt.3 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa 21 Maret 2017. Kegiatan ini sebenarnya dibuka oleh Sekprov hanya saja, Sekda sementara mendampingi Gubernur dalam kegiatan rapat sehingga acara ini diberikan kepada saya untuk dibuka, Ujar Kepala Biro Ekbang, Chanra. Dengan hadirnya OJK Regional VI Sulawesi Maluku dan Papua di Mamuju merupakan pertama kalinya. Mamuju dan kedatangan OJK bisa memberikan percepatan percepatan pembangunan khususnya di Sulbar serta khususnya tentang nilai-nilai keuangan. Di kemukakan Chandra, agenda rapat ini membahas bagaimana mengkordinasikan rencana Pembentukan Tim Percepatan akses Keuangan Daerah khususnya di Provinsi Sulbar. Sebagaimana arahan Bapak Presiden, yang disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri untuk membentuk Tim percepatan akeses keuangan daerah diseluruh Provinsi di Indonesia. Percepatan akese keuangan daerah menjadi penting untuk kita upayakan melalui peran serta instansi terkait stakeholder. Dan tentu saja kontribusi Industri jasa keuangan di daerah karena sangat terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah provinsi Sulbar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah . Untuk itu dalam rangak menindaklanjuti arahan Presiden untuk membentuk TPAKD tersebut khususnya di Sulbar . Lanjut disampaikan bahwa pada hari ini kita akan memperoleh penjelasan langsung dari pihak OJK tentang tujuan, tugas dan sasaran dan keanggotaan TPAKD termasuk mekanismen pembentukannya di Sulbar. Dengan pengalaman OJK Regional VI Sulawesi Papua dan Maluku dapat menjadi reverensi atau rujukan dalam pembenukan TPAKD di Sulbar. Lebih lanjut disampaikan sebagai Gambaran awal perekonomian di Sulbar selalu tumbuh secara positif setiap tahun. Ditahun 2016 lalu kita bersyukur perekonomian di Sulbar dapat tumbuh cukup tinggi,sebesar 6,03 diatas Pertumbuhan Ekonomi…