Kominfo

Kominfo

Tarian Sayang-sayang dari Polman, musik Bambu dari Mamasa, penyanyi lagu-lagu daerah dari Mamuju dan sejumlah acara kebudayaan daerah Sulbar lainnya menjadi penyemangat yang menghibur dalam acara Silaturahmi dan Penguatan Sipamandaq di Ballroom d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017.Hadir hampir seluruh Tokoh Adat dan Raja-raja dari 14 Konfederasi Adat dan Kerajaan di Mandar, Sulbar ini. masing-masing tokoh yang hadir, sesuai daerah atau Federasi yang diwakilinya, diundang naik ke panggung untuk foto bersama. Mulai dari Rara Binuang di Polman hingga Raja Mamuju dan mulai Tomakaka dari Tabang hingga Petaha Mana’ dari Tabulahan diundang naik ke panggung.Kesemuanya tokoh Adat dan Raja dari 14 Konfederasi di Mandar ini tampil dengan pakaian Adat atau pakaian kebesaran Kerajaan masing-masing.Kemudian disusul Gubernur Sulbar Carlo Tewu bersama isteri. Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini memakai seragam Adat Mandar. Sedangkan isterinya memakai pakaian Adat dari Mamasa. Keduanya berdiri di tengah-tengah, diapit oleh para Tomakaka dan Raja-raja.Gubernur Sulbar 10 tahun Anwar Adnan Saleh, Sekda Sulbar Ismail Zainuddin, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang, Danrem Mamuju juga diundang naik ke panggung untuk foto bersama dengan para Raja dan Tokoh Adat itu.“Ini adalah inisiatif pak Sekda Sulbar—Ismail Zainuddin—untuk mengundang tokoh-tokoh di Mandar ini. Saya punya keinginan agar Pilkada yang ketiga di Sulbar ini, atau pada Pilgub Sulbar 2017 nanti, partisispasi masyarakat Sulbar untuk datang ke TPS meningkat,” kata Gubernur Sulbar Carlo B Tewu saat beri sambutan.Dari pantauan langsung kru laman ini, sekitar 500-an orang yang hadir dalam acara ini.Kita Punya Budaya, Kita Punya Sifat SIPAMANDAQ, Carlo Tewu: Sekda Sulbar yang Punya Ide iniSilaturahmi dan Penguatan Sipamandaq dihadiri oleh Kerajan-Kerajaan dan Adat yang ada di Sulbar, dari Pitu Ulunna Salu dan Pitu Ba’bana Binaga. Acara yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulbar ini mengambil tema: Bersama Kita Sukseskan Pilkada Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017.Dilaksanakan di Hotel Maleo, Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017.…

Pj Gubernur Sulbar Irjen Pol Carlo Brix Tewu melaksanakan teleconference bersama Sekretaris Mendagri, Sigit dan kepala pusat data dan infromasi kemendagri, Sugeng,. Pada Teleconference turut di undang Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulbar Muzakkir Kulasse, Kabid E Goverment Muhiddin, Kabid sarana komunikasi dan desiminasi Sudarso Din, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal daerah, Amir maricar dan Badan Ekbang Sulbar Candra. Teleconference dilaksanakan di ruang Oval gubernur Sulbar pada tanggal 6 Januari 2017. Pada Teleconference Pj Gubernur Sulbar bersama Sekretaris Mendagri adalah yang pertama untuk mengecek alat video conference yang terpasang dikantor ruang oval kantor Gubernur Sulbar dan kedua membahas tentang agenda pilkada gubernur antara lain tentang penyaluran logisltik ke setiap daerah yang ada di Sulawesi Barat dan pengamanan jalannya pilkada mendatang yang akan dihelat pada tanggal 15 februari 2017 ini. Selain itu, Pj gubernur Sulbar, Carlo juga memantau website pemprov dan melihat masih banyak yang perlu dibenanhi. " Carlo mengharap agar website ini bisa mengakses semua sumber data yang ada di Sulbar, baik itu tentang data SKPD tingkat Pemerintah Provinsi, data Pariwisata, data struktur kepegawaian dan LPSE yang lengkap. Yang nantinya masyarakat bisa dengan mudah memperoleh data tersebut, Namun semuanya dibutuhkan sosialisasi dan paling penting adalah sarana yang perlu dilengkapi antara lain SDM bagian program IT dan Tim pengelolaan yang bisa diandalkan dalam mengakses setiap informasi yang ada, "Ujar carlo. Yang kiranya setelah data tersebut lengkap, bisa langsung diperhadapkan sebagai laporan kadis Kominfo Persandian dan Statistik kepada Gubernur Sulbar.

Pemerintah provinsi sulawesi barat menggelar rapat intren Lingkup Pemprov Sulbar, terkait tentang kepulauan Balabalakang Kabupaten Mamuju yang diklaim pihak Kalimantan. Permasalahan pulau Balabalakang yang berada di kabupaten Mamuju saaat ini menjadi berita hangat dan menjadi pemberitaan di berbagai media cetak dan eletronik. Persoalan ini muncul dikarenakan Pulau Balabalang yang menjadi wilayah kabupaten Mamuju kini terancam hilang dikarenakan adanya klaim yang dibuat Kaltim yang membuat Perda bahwa Balabalagan merupakan wilyah Kaltim karna dianggapnya secara geografis, Kepulauan Balabalagan lebih dekat dengan Kaltim dibandingkan dengan Sulbar. Sehingga hal tersebutlah menjadi dasar Kaltim untuk membuat Perda tersebut dengan merujuk dan tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim yang telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahwa Balabalakang yang menjadi wilyah Sulbar kini menjadi bagian Kaltim dengan nama balabalagan. Sedangkan pada UU 5 tahun 2009 dan peta dari belanda; selebet tahun 1892 serta penduduk yang mayoritas adalah suku mandar dan kebudayaan yang sangat kental dengan suku mandar atau Mamuju tentu hal ini menjadi dasar bahwa Pulau Bala Balakang adalah bagian dari Sulbar. Dengan adanya perihal ini, Pj Gubernur Subar carlo Brix Tewu langsung menggelar rapat untuk mengambil langkah langkah dan upaya dengan Biro Pemerintahan Sulbar, Biro Hukum, Camat Balabalakang dan Kadis Perhubungan dan staf ahli Gubernur Sulbar yang di laksanakan di ruang Oval kantor Gubernur Sulbar, Hari Selsa (14/3) 2017. Pada rapat tersebut, Carlo yang secara sigap langsung membuka jaringan IT dan mencari peta tentang kepulauan Balabalakang. Bukan hanya itu, Carlo pun melihat langsung perda Kaltim yang menjabarkan bahwa pulau tersebut adalah bagian dari wilayahnya. Setelah melihat langsung perda tersebut, Carlo meminta agar semua yang terkait bukti dan dasar hukum dilengkapi termasuk UU yang masuk kategori bahwa kepulauan Bala Balakang adalah wilayah Sulbar. Dengan menyimak penjelasan dari biro pemerintahan dan sebagai dasar yakni peta dari selebet…

Pimpinan Bank Sulselbar yang dipimpin oleh Pimpinan Bank Sulselbar, Aras Rusdin, melakukan kunjungan Silaturahmi ke Pj.Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu. Pj Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu menerima dengan hangat silaturahim pihak bank Sulselbar dan melakukan pertemuan dengan jajaran Bank Sulselbar pada Kamis, 02 Februari 2017 yang Bertempat di ruang kerja Pj.Gubernur Sulbar. Direktur Bank Sulselbar Aras Rusdin Rasyid kepada Carlo B Tewu mengemukakan madsud dan tujuan kedatangannya dalam rangka silaturahim terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dikarenakan Bank Sulselbar merupakan milik pemerintah daerah. Selain itu, juga sekaligus menyampaikan perkembangan kerja sama yang telah dilakukan oleh Bank Sulselbar dengan Pemprov Sulbar selama ini, apalagi Aras Rusdin Rasyid merupakan Pimpinan Bank Sulselbar baru dan Carlo B Tewu juga merupakan Pj.Gubernur Sulbar yang baru sebulan menjabat sebagai Pj. Gubernur. Disampaikan, Gubernur sangat mendukung kerjasama yang telah dibuat, bahkan Gubernur memberikan masukan kiranya Bank Sulselbar bisa berdiri sendiri di daerah Sulawesi Barat.“Kami berharap melalui kerjasama tersebut tercipta suatu peningkatan hubungan pemerintah serta memberdayakan UKM-UKM di wilayah Mamuju sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Bank Sulselbar adalah milik pemda sebenarnya karena pemegang sahamnya adalah pemda daerah” ungkapnyaPj. Gubernur Sulawesi Barat Carlo B Tewu kepada Pimpinan Bank Sulselbar menyampaikan, terkait anggaran, Pemprov Sulbar telah melakukan yang terbaik. Salah satu bukti kinerja yang telah dilakukannya selaku Pj Gubernur, dengan melakukan pemaparan program prioritas kinerja di setiap SKPD lingkup Pemerintahan Provinsi Sulbar.Ia menerangkan,tujuan dari pemaparan tersebut agar tidak terjadi pemborosan anggaran, dan dana yang ada digunakan sesuai kebutuhan, serta tepat sasaran. Salah satu contoh yang tidak efesien adalah objek wisata gantungan, dimana pemerintah daerah memberikan dana dan bantuan sebesar Rp350 juta, keuntungan atau timbal balik yang diberikan hanya sebesar Rp75 juta.“Hal tersebut dinilai tidak efektif. Saya melihat pemda kalau mengeluarkan uang, timbal baliknya juga harus menghasilkan, seperti objek wisata gentungan anggaran yang diberikan sebesar 350 juta hasil untuk anggaran pemda Rp…

Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar merupakan salah satu domain penting dalam indeks pembangunan yang harus bersinerjik dengan pemerintah dan masyarakat dan menjadi prioritas daerah untuk menjadi tolak ukur tentang bagaimana masyarakat kita memiliki umur harapan hidup yang lebih baik. pasalnya umur rata rata harapan hidup saat ini berkisar 64 atau 65 tahun itu sangat dipengaruhi oleh angka kematian atau angka kesakitan, dimana angka kematian dan angka kesakitan itu interpensi spesifiknya dari kesehatan dan itu sekitar 24 indikator komposit ungkap Kepala Dinas Kesehatan. dr Azis di ruang kerjanya pada tanggal 1 Februari 2017. dr Azis menuturkan bahwa kalau upaya upaya kesehatan sebenarnya hampir tidak terlalu berat sepanjang ada komitmen untuk melaksanakannya. Salah satu contoh adalah imunisasi, dimana imunisasi adalah untuk memberikan pertahanan tubuh, baik itu untuk orang yang mau menikah, ibu hamil dan bayi yang baru lahir.Sehingga dalam hal ini pemerintah memberikan fasilitas gratis untuk bisa menjadi sasaran kemasyarakat." jadi masyarakat itu sisa bergerak untuk mendapatkan fasilitas tersebut, namun untuk bergerak, masyarakat perlu dibantu oleh sektor lain, seperti desa, ibu desa dan stakeholder terkait. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan mudah informasi, masyarakat bisa memanfaatkan dan mengetahui akses fasilitas tersebut. Tanpa dorongan dari setakholder terkait program ini tidak akan bisa jalan, Ujarnya. Selain itu imunisasi itu targetnya 100 persen dari seluruh sasaran , akan tetapi untuk saat ini baru sekitar 80 persen yang tercapai. Maka masih ada sekitar 20 persen tingkat kerawanan yang menjadi tanggung jawab kita semua. " tanggungjawab ini bukan hanya tanggungjawab puskemas saja, tetapi tanggungjawab kita semua. Dinas Kesehatan memiliki tanggungjawab dalam bentuk eksekusi spesifik contoh mau disuntik atau diteteskan. Untuk menggerakan masyarakat ke posyandu atau kesasaran kesehatan itu semua punya peran.Ditambahkan dr Azis tentang indikator kedua adalah berprilaku hidup sehat dengan lingkungan yang kondusif serta lingkungan yang sehat. Selain keluarga maka sektor lainpun juga harus berperan sehingga lingkungan ini…

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kanwil Sulbar meluncurkan Fitur Mobile Screening di kantor BPJS Kesehatan Kanwil Sulbar pada tanggal 1 Februari 2017. pada peluncuran tersebut turut hadir Sekda Kabupaten Mamuju M Daud Yahya, Kepala Dinas Kesehatan Mamuju dr Hajrah As'ad, lima perwakilan instansi Provinsi dan Kabupaten dan 10 perwakilan dari badan usaha se kabupaten Mamuju. Disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kanwil Sosial, Hartati Rachim pada sambutannya bahwa peluncuran fitur mobile screen, merupakan skrining riwayat kesehatan yang merupakan salah satu cara untuk mengetahui adanya faktor resiko terjadinya penyakit di masa datang. Meliputi diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal dan jantung koroner, dimana penyakit ini yang sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining, ungkap Hartati. “Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kanwil Sulbar,ujar "Hartati Rachim. hartati menjelaskan tentang cara Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta.…

penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu kembali melakukan pengukuhan untuk 192 pejabat administrator (Pejabat eselon III) lingkup Pemprov Sulbar dilantik Rabu, 4 Januari 2017. Pelantikan tersebut juga dihadiri Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin dan semua Kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar.“Pelantikan ini ada yang senang dan juga psti ada yang tidak senang. Pergantian dalam suatu jabatan adaah hal biasa. Mari kita merespon dengan jiwa besar ,bagi yang belum berkesempatan mari berkaca diri dan bekerja lebih baik Lagi,” kata Carlo.Ia mengatakan, posisi pejabat administrator adalah posisi yang sangat strategis. Pekerjaan yang telah dirancang oleh Pemprov Sulbar tahun ini sangat bergantung pada pejabat yang dilantik saat ini.“Mari kita bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditentukan. Bagaimana caranya, apa yang menjadi program pemerintah daerah harus sesuai target waktu.Jangan adalagi pungutan sekolah,pungutan ijin dan pungutan lain pada SKPD pelayanan publik.Itu semua harus ditinggalkan,”tegas jenderal bintang dua tersebut.Lebih lanjut ditegaskan, kalau bapak/ Ibu yg dilantik Pada hari ini (kemarin,red) hanya duduk manis,silahkan minggir Karena ini akan dievaluasi tiga bulan kedepan. sebagai pelayan publik, harus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dan jangan dipersulit .“Selamat atas pelantikan saudara,Mari bekerja keras,dan buktikan bahwa saudara memang pantas untuk mendapatkan promosi,”tutup Carlo mengakhiri sambutannya

Jelang Pemilukada 2017 yang akan dilaksanakan 15 Februari, Pemprov Sulbar merencanakan untuk menggelar Deklarasi Damai yang disertai dengan silaturrahim raja- raja dari Pitu Ulunna Sulu dan Pitu Ba’bana Binanga di Sulbar. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung Ahad, 5 Februari di Ballroom Hotel Maleo, Mamuju Hal tersebut disepakati pada pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulbar, Rabu, 1 Februari 2017 dipimpin langsung oleh Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin. Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin pada kesempatan tersebut menyampaikan, di abad ini, Sejarah Pitu ulunna Salu dan Pitu Ba’bana Binanga di Sulbar tidak pernah diulas dan di ungkapkan kepermukaan. “Sudah saatnya mengangkat sejarah yang ada di Sulawesi Barat. Sejarah pitu ulunna salu dan pitu ba’bana binanga tidak pernah diulas dan diungkapkan kepermukaan,”tandasnya Ditambahkan, pada kegiatan nantinya akan disuguhkan hiburan musik bambu, parade busana pakaian adat serta makan malam bersama. Disampaikan, pagelaran adat tidak ada maksud dan tujuan tertentu. Hanya, acara tambahan dan selingan untuk menghibur para undangan, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulbar. ” Paslon yang diundang harus menggunakan pakaian adat, tidak ada yang menggunakan baju dari kelompoknya” ungkap Ismail Selain pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, direncanakan mengundang Bupati se Sulbar, tokoh-tokoh masyarakat Sulbar, 14 raja-raja di Sulbar, Forum Koordinasi Unsur Pimpinan Daerah (Forkopimda), Instansi Vertikal dan SKPD Pemprov Sulbar

Pasca dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, karteker atau penjabat Gubernur Sulbar, Irjen Pol Carlo Brix Tewu dijadwalkan tiba di Mamuju Selasa (3/1/2017). Carlo tiba pukul 13.00 wita di Bandara Tampa Padang, Mamuju, dijemput Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, mantan gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Jajaran pejabat SKPD Pemrov Sulbar.Mengawali tugasnya di Sulbar, Carlo akan melantik dan mengukuhkan pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulbar pukul 16.00 Wita. Acara ini berlangsung di kantor gubernur Sulbar dan penjabat Irjen Pol Carlo Brix Tewu langsung mengukuhkan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator lingkup pemerintah Provinsi Sulbar dan pada esekonya tanggal 5 Januari 2017 melantik eselon IV lingkup pemerintah Provinsi Sulbar. Pada acara pengukuhan Carlo mengutarakan pada sambutannya ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi Sulbar dan mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh yang telah memberikan sambutan yang luar biasa untuk kehadirannya sebagai penjabat Gubernur Sulbar sampai adanya gubernur definitif. Di sampaikan Carlo bahwa tentang kehadirannya sebagai pengisi pasca usai jabatan Gubernur sulbar dan setelah dirinya dilantik ole Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jumat (30/12), menyebutkan dua tugas pokok penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang di embannya.Dua tugas pokok tersebut yang disampaikan Mendagri kepada dirinya yakni mewujudkan keefektivitasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Pemda) dan juga menyukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2017 di Sulawesi Barat dan esoknya tanggal 5 Dalam Pilkada Serentak 2017, Carlo menyebutkan bahwa penjabat gubernur harus mampu mengawal Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, serta Polri untuk menjaga netralitas Pilkada.Selama dirinya sebagai penjabat gubernur di Sulbar, Carlo juga bisa membangun koordinasi dengan bupati/walikota serta perangkat pemerintah daerah lainnya guna menghadirkan pemerintahan yang senantiasa memberikan pelayanan publik dan mampu bangun komunikasi dan memfokuskan pelayanan pelayanan.selain itu Carlo mengajak pemerintah daerah bersama-sama berkomitmen untuk selalu memperhatikan area rawan korupsi terkait dengan perencanaan anggaran. Hal…

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Irjen Pol Carlo Brix Tewu menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Sebab, masa jabatan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Wakil Gubernur (wagub) Aladin S Mengga berakhir pada 14 Desember 2016. Carlo dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 143/P Tahun 2016.“Kami menyampaikan ucapan selamat kepada bapak gubernur dan wagub yang telah sukses dan berhasil mengemban amanah, membimbing masyarakat dan daerah Sulbar. Selama 10 tahun ini perkembangannya mampu bersaing dengan Sulawesi Selatan,” kata Tjahjo usai melantik Carlo di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (30/12).Menurut Tjahjo, Pj Gubernur Sulbar mempunyai dua tugas pokok. Pertama, mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kedua, menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wagub (Pilgub) Sulbar 2017.Dia juga menjelaskan, Pj berbeda dengan pelaksana tugas. “Kalau penjabat diangkat dengan keputusan Presiden yang baru kami terima kemarin sore,” jelasnya.Dia berharap, Carlo membangun komunikasi intensif dengan anggota DPD dan DPR dari Sulbar, DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulbar. “Serta seluruh satuan perangkat daerah khususnya dengan Forkopimda, khususnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat sehingga ada peningkatan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.Dia juga memuji sosok Carlo yang dinilainya lurus, bersih, dan mampu membangun komunikasi dengan baik. “Saya berharap, untuk tugas penyelenggaraan pemda yang berpedoman pada nawacita disesuaikan dengan karakteristik daerah,” katanya.“Penjabat gubernur memang bukan penjabat politik maka harus mampu mengawal ASN, Polri, dan TNI untuk netralitas selama pilkada. Penjabat gubernur harus mampu koordinasi dengan bupati/ wali kota dalam menghadirkan pemerintah dan masyarakat dalam rangka pelayanan publik untuk masyarakat.”Pada kesempatan yang sama, mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, Pilgub Sulbar sudah disiapkan sebaik-baiknya sesuai arahan Mendagri dan ketentuan perundangan. “Harapan pada penjabat adalah melanjutkan tugas pemerintahan dan pembangunan di masa transisi, sampai dilantiknya kepala daerah definitif,” kata Anwar.“Maaf kepada Mendagri karena Wagub, tidak bisa hadir. Berita pelantikan mendadak. Istri sebagai Ketua Umum TP PKK Sulbar, tidak bisa hadir.…

Halaman 15 dari 15