Kominfo

Kominfo

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dalam masa senggangnya yang tepat pada hari libur, menyempatkan diri untuk hadir dalam syukuran dan buka bersama dengan masyarakat Desa Palitakan Kecamatan Tapango kabupaten Polman. Kegiatan tersebut digelar pada hari Minggu tanggal ( 28/7/2017) dan dihadiri Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar , Para Pimpinan OPD Tingkat Kabupaten Polman, Kandepag Polman, Camat Tapango, Kepala Desa Palitakan dan para Tokoh masyarakat dan tokoh Agama. Acara syukuran dan buka bersama ini merupakan momentum menjalin silaturahmi apalagi dalam bulan puasa Ramadhan ini, dan tak lupa Ali Baal Masdar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Polman atas doa dan dukungannya dan kepercayaannya kepada kami ABM-Enny dalam memimpin daerah yang kita cintai ini, sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk Sulbar dimasa kepemimpinan kami . Mantan Bupati Polman dua periode tersebut juga menyampaikan pada masyarakat Kecamatan Tapango, bahwa salah satu program unggulan pemerintahan ABM-Enny adalah Program One Viilage One Program (OVOP). Program OVOP adalah salah satu program prioritas pengembangan ekonomi Sulbar untuk lima tahun kedepan. Untuk itu, kepada masyarakat Kecamatan Tapango disampaikan untuk fokus mengembangkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing. Seperti di Kecamatan Tapango yang punya potensi tanaman holtikultura dan sentra sayur masyur, itu yang harus fokus dikembangkan. Hilangkan adanya perbedaan, pilkada telah usai saatnya bekerja dan fokus dalam membangun,turu ABM. “Apa yang menjadi potensi masing-masing daerah, ayo kita kembangkan sama-sama. Kalau ada aspirasi, usulkan pada pemerintah sesuai kewenangan masing-masing. Yang menjadi kewenangan provinsi akan dikerjakan provinsi, kewenangan kabupaten akan dikerjakan kabupaten. Dengan demikian tidak terjadi tumpang tindih antara provinsi dan kabupaten. Demikian juga kalau ada program provinsi yang masuk ke kabupaten, kordinasikan dengan baik, jangan lagi ada program provinsi yang masuk ke kabupaten tidak diketahui oleh kabupaten,”jelas suami dari anggota DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal.

Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1438 H pada tahun 2017, jadwal jam kerja terjadi perubahan. Dalam melaksanakan ibadah puasa dengan tidak mengurangi disiplin dan pelayanan kepada Masyarakat.Selama bulan suci ramadhan, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) akan berkurang. Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2017, tanggal 16 Mei 2017, Pemprov Sulbar mengeluarkan surat edaran tentang Penetapan Jam Kerja ASN pada bulan ramadan 1438 H/2017. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar.Adapun perubahan Jam Kerja yang diatur dalam surat edaran tersebut yaitu: Senin-Kamis, sebelum bulan ramadan mulai pukul 08.00-16.00 wita, waktu istirahat pukul 12.00-13.00 wita. Pada hari Jumat, mulai pukul 08.00-16.30 wita. Selama bulan ramadhan, jam kerja mulai pukul 08.00-15.00 Wita, waktu istirahat pukul 12.00-12.30 Wita, Jumat pukul 08.00-15.30 Wita, waktu istirahat 11.30-12.30 Wita. Jumlah jam kerja efektif selama Bulan Ramadhan minimal 32,50 jam per minggu selama Bulan Ramadhan 1438 H. Sedangkan Upacara Bendera, Apel Pagi dan senam kesegaran jasmani selama bulan ramadan setiap hari Jumat ditiadakan. Sementara bagi unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, maka jam kerja diatur secara tersendiri oleh unit yang bersangkutan

Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo memberikan penghargaan Top Pembina BUMD tahun 2017 kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar Di Refflesia Grand Ballroom , Balai Kartini jakarta (24/5/2017). Penghargaan juga diberikan kepada beberapa Gubernur antara lain Gubernur Sulsel Sahrul Yasin Limpo,GUbernur Riau,Gubernur Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan Sumatera Utara serta Gubernur NTB turut menerima penghargaan tersebut Saat acara trurut dihadiri Ketua DPD RI dan MPR RI Top BUMD 2017 adalah satu-satunya kegiatan Corporate Roting (Penilaian Kinerja BUMD)yang terbesar dan paling komprenhensif di Indonesia. Pemberian penghargaan ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia atas prestasi dan perbaikan yang telah dilakukan terkait kinerja bisnis,layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah Kegiatan Top BUMD 2017 ini dilakukan untuk mendukung program dan kebijakan pemeintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kinerja BUMD dan pembangunan perekonomian di daerah. Kegiatan Top BUMD 2017 ini diikuti oleh 200 Nominasi BUMD terbaik yang sebelumnya sudah diseleksi dan lebih 2.000-an BUMD di Seluruh Indonesia Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah BisnisNews Indonesia bekerja sama dengan Asia Business Research Center serte beberapa lembaga tim penilai seperti SGL Manajement, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman dan Associate, Intellectual Business Community dan Alvara Stategi Indoensia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara obyektif dan independen oleh Tim Penilaian dan Dewan Juri juga menetapkan pemenang penghargaan Tom BUMD 2017 Kepada Bupati Polman, Andi ibrahim Masdar dan Top PDAM 2017 yang diberikan kepada PDAM Wai Tipalayo kabupaten Polman. Begitu juga penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang BUMD bawahnya mendapatkan penghargaan TOP BUMD . Karena menurut penilaian Dewan keberhasilan Kinerja BUMD tidak terlepas dari dukungan Kepala daerahnya. Kegiatan Ini diharapkan setiap BUMD dapat terpacu untuk selalu berprestasi dan berperan penting dalam pembangunan Daerah dan Perekonomian Nasional.

Untuk memastikan subsidi listrik dinikmati oleh masyarakat miskin dan( tidak mampu, Pemerintah memberlakukan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran (SLTS) sejak 1 Januari 2017. Kebijakan SLTS di- lakukan secara bertahap dimulai dengan pelanggan PLN untuk kategori rumah tangga daya 900VA. Kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang nomor 30 tahun 2007 tentang Energi dan Undang- Undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, bahwa dana subsidi yang disediakan pemerintah hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu. Serta berdasarkan hasil Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR-RI tanggal 22 September 2016 telah disepakati penerapannya, bahwa subsidi listrik tidak diberikan bagi rumah tangga daya 900VA yang mampu secara ekonomi. Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Iswahyudi, menjelaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk memberikan keadilan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu. Menurut Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM) ada sekitar 4,1 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu yang terdata sebagai pelanggan daya 900VA, sementara data pelanggan PLN ada sekitar 23 juta pelanggan. “Pelanggan rumah tangga 900VA yang tidak terdapat dalam DTPPFM tidak berhak mendapatkan subsidi listrik, karena dianggap sudah mampu secara ekonomi. Oleh karena itutarif yang dikenakan kepada mereka mengalami penyesuaian secara bertahap setiap dua bulan, hingga mencapai tarif keekonomian pada 1 Mei 2017,” ujar Hendra pada Rabu, 24 Mei 2017, bertempat di Premier Basko Hotel saat berlangsungnya Sosialisasi SLTS kepada rekan-rekan media di kota Padang. Hal ini dilakukan, karena masih ada sekitar 7 juta rumah tangga atau 28 juta individu di Indonesia yang belum pernah menikmati akses listrik yang permanen. “Dengan penerapan SLTS, diharapkan terdapat potensi penghematan anggaran sekitar Rp 22 Triliun di akhir 2017. Anggaran ini akan dipergunakan salah satunya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini baru mencapai sekitar 91 persen,” tambah Hendra. Hendra menekankan bahwa untuk pelanggan rumah tangga 450VA…

Dalam rapat Hiht Level Meeting yang dipimpin langusng oleh Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Enny Anggraeni Anwar, meminta kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan OPD lingkup Pemprov Sulbar untuk meningkatkan koordinasi.Kegiatan Rapat HLM ini diselenggarakan oleh Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemprov Sulbar. Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi jelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H. Kegiatan ini di dilaksanakan di Lantai II kantor Gubernur pada Hari Selasa Tanggal 23 Mei 2017. “Melalui High Level Meeting ini, kepada TPID se-Sulbar dan semua OPD yang terlibat di dalamnya untuk bekerja sama, mensinergikan kegiatan yang bertujuan untuk pengendalian inflasi yang rendah dan stabil,” kata Wagub Sulbar Enny Anggraeni saat membuka acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah Sulbar Dalam sambutan yang diberikan Mantan Anggota DPR RI ini menjelaskan , pertumbuhan ekonomi Sulbar tumbuh positif dan berkesinambungan. Hal ini, katanya, dicapai melalui stabilitas harga yang tercermin dalam tingkat inflasi. Dengan berdasarkan pantauan Badan pusat Statistik (BPS), inflasi Sulbar untuk April sebesar 0,06 persen Month to Month (MTM) atau setara dengan 4,25 persen Year on Year (YOY). Melaui kesempatan ini Wagub Enny berharap agar TPID se-Sulbar, aparat penegak hukum, OPD, serta lembaga terkait untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang baik,tegas Enny. Dengan begitu, pesan Enny lagi, maka dapat diketahui kecukupan stock dan kelancaran distribusi. “Termasuk pula perkembangan harga-harga komoditas yang biasa menyebabkan kenaikan inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya. Wagub Enny Anggraeni contohnya, sejumlah komoditas yang perlu dikontrol itu seperti, beras, daging, ayam ras, bawang merah, cabe keriting, telur ayam ras, dan beberapa komoditi lainnya itu perlu adanya pengawasan. “Saya percaya bahwa pencapaian positif ini tak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah melalui TPID Sulbar dan kabupaten serta lembaga lainnya yang mendukung program pengendalian inflasi,” kata mantan Anggota DPR RI ini. Begitu juga dengan angkutan udara dan antar kota.…

Wagub Sulbar Enny Angraeny Anwar memimpin Apel Pagi Karya Bhakti Kodam Dalam rangka memperingati HUT ke 60 Kodam XIV/Hasanuddin tahun 2017 di lapangan kantor Gubernur Sulbar hari Selasa (23/5/2017. Pada Apel pagi Kodam dihadiri Asisten III Jamila,Kasrem 142 Tatag, Kol Inf Priyono,Wakapolda Sulbar, Kompol Tajuddin,Kepala Pertahanan Sulbar Budianto,Wakil ketua Badan Intelejen Daerah Sulbar, Kajari Makassar,Pimpinan OPD Lingkup Sulbar dan para prajurit TNI Korem 142 Tatag Pada sambutannya Enny menyampaikan rasa syukur karena pada pagi hari ini dapat mengikuti Apel karya Bhakti sebagai rangkaian kegiatan memperingati hari Ultah ke 60 tahun Kodam XIV Hasanuddin tahun 2017 di wilayah Mamuju Prov Sulbar. Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak diwilayah satuan jajaran Kodam XIV/ Hasanudin merupakan bentuk kepedulian TNI guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di lingkungan masyarakat serta membantu mempercepat program pemerintah yang berkelanjutan yang khususnya budaya bersih lingkungan. “ khusus di Kota Mamuju pelaksanaan karya bhakti kali ini berupa pembersihan kanal sepanjang 18.250 meter, yang terbagi atas enam sasaran. kegiatan ini juga sebagai wujud dukungan Kodam XIV/ Hasanuddin terhadap program pemerintah tentang gerakan Revolusi Mental yang baru-baru ini louncing di Sulbar, Ujar Enny Mantan Anggota DPR RI. Dalam pelaksanaan ini melibatkan berbagai unsur yaitu personil jajaran Korem I42 Tatag Provinsi Sulbar bersama jajaran pemerintah Sulbar dalam hal ini Dinas PU,Dinas satuan Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran,Perguruan Tinggi, Satpol PP, Pemuda Panca Marga Banteng Komando dan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergitas prajurit TNI dan aparat Pemerintah Provinsi Sulbar serta kepolisian dan masyarakat lainnya. Guna mempererat Kemanunggalan TNI dengan masyarakat yang selama ini telah terbina dengan baik. Disis lain kegiatan ini sekaligus sebagai salah satu implmentasi dari amanah UU RI Nomor 34 tahun 2014 tentang TNI, Khususnya pasal 7 dimana disebutkan salah satu tugas TNI pada operasi militer selain perang (OMSP) adalah membantu pemerintah Daerah. Dalam hal ini Wagub Sulbar menegaskan…

Rapat yang digelar di Perwakilan Jakarta bersama dewan pakar telah dimulai. Gubernur, Sekprov, dan kepala OPD Sulbar serta sembilan dewan pakar berkumpul di Jakarta bahas sinkronisasi RPJMD Sulbar. Dalam pemerintahannya yang belum cukup seminggu, ABM terus melakukan pembenahan untuk melanjutkan pembangunan di Sulawesi Barat . Dengan melakukan rapat di Jakarta guna membahas RPJMD. Dengan tempat yang sederhana di Kantor Perwakilan Jakarta sebagai tempatnya menggelar rapat. Ini dilakukan agar kantor perwakilan Sulbar dapat di fungsikan dan tentunya kita dapat menghemat dengan tidak melaksanakan di hotel berbintang yang menurutnya memiliki biaya selangit. Setelah usai pelantikannya, tak tanggung tanggung, ABM terus mengepakkan sayapnya untuk melakukan percepatan pembangunan ini terlihat dengan berkumpul bersama dewan pakar dan para pinpinan OPD guna membahas RPJMD. ABM telah berjanji untuk Sulbar yang malaqbiq, dan itu di dalamnya Sulbar harus besar. Makanya, Ali tak mau berlama-lama putar-putar di sini saja, di Sulbar ini. Meski dalam benaknya, teramat penting keliling menyapa warga dan memastikan pembangunan di semua lini tetap berjalan normal. Dengan kesriusannya menginginkan arah pembangunan Sulbar ke depan mesti berpijak dari sebuah manajemen dan pondasi yang kuat serta mesti mengakomodasi semuanya. Oleh karena itu Mantan Bupati Polman dua periode kembali ke Jakarta untuk urusan yang serius. Pemerintahan ABM-Enny akan berpijak pada kehendak rakyat, dan pembangunannya ke depan akan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Sulbar nantinya. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulbar sedang dibahas di Jakarta. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, kepala OPD Pemprov Sulbar, dan sembilan dewan pakar berkumpul bersama bahas RPJMD Sulbar itu. Mereka, yang berkumpul pada hari, Sabtu ini (20 Mei) di Jakarta. Mereka yang hadir Dr. HM Said Saggaf, mantan Bupati Bantaeng dan Mamasa. Dia kini masih aktif sebagai konsultan ilmu administrasi negara dan dosen widyaswara di LAN Makassar, Sulsel. Yang bergabung tentunya mereka para ahlinya antara lain, Dr. Ir. H. Syarif…

Wakil Gubernur Sulbar yang juga mantan Anggota DPR RI ini menerima kunjungan Kepala PT Taaspen Cabang Mamuu, Dedy Helmin Gunawan di ruang Kerjanya pada JUmat 19 Mei 2017.Tujuan Deddy menemui Enny Anggareny untuk menyerahkan tunjungan Hari Tua (THT) bagi mantan Anggota DPR RI i Kepala PT Taspen Cabang Mamuju, Deddy Helmian Gunawan mengemukakan bahwa, pihaknya melakukan penyerahan hak Enny Anggraeny Anwar (sekarang menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Barat) saat menjadi anggota DPR RI yakni, Tunjangan hari Tua (THT) dan pensiun. “Penyerahan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berdasarkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 / P tahun 2017 tentang penetapan pemberian pensiun mantan anggota DPR RI, yang terbilang dengan masa kerjanya di DPR RI selama dua tahun dua bulan,”kata Deddy Helmian. Terkait dengan prosedur, Deddy menambahkan bahwa, ada tujuh mitra bayar yang bekerja sama dengan PT Taspen, masing- masing, BNI,PT Bank BRI, PT Pos, Bank Sulselbar, Bank Muamalat, PTPN. Pembayaran yang dilakukan sesuai dengan rekening yang bersangkutan. “ Kebetulan rekening ibu Enny Angraeny ada di Bank BNI, sehingga kami bayarkan melalui Bank BNI, “ jelas Deddy Helmia. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bank BNI Cabang Mamuju, Mus Adral, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Herdin Ismail, Kepala Dinas Kehutanan Fakhruddin, Kepala Bidang Kab/ Kota Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar, Darwis Damir

Masih banyaknya pulau yang ada di Kabupaten mamuju yang belum tersentuh Listrik menjadi perhatian dan kegelisahan pemerintah Daerah dan Kabupaten serta berbagai pihak. Salah satu Perhatian ini datang dari Millinium Cahlenge Account (MCA) yang menghadirikan PLTS di salah satu pulau di Mamuju yakni Pulau Karampuang. Dengan adanya PLTS yang dibangun tentu menjadi harapan besar untuk masyarakat karampuang untuk menikmati adanya listrik. Gong yang dipukul Ali Baal menandakan Ground Breaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya Siap di kerjakan. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar yang didampingi Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin,Bupati Mamuju Hapsi Wahid, Asisten I Nur Alam Tahir,Deputi Direktir Program MCA-Indoensia,Lukas Adhiaksa dan Direktur Sky Energi Indonesia Hengky Loa berada di Pulau karampuan pada hari Jumat (19-5-2017) dengan menggunakan kapal dari Perikanan dan kelautan Provinsi Sulbar. Permasalahan terkait kelistrikan menjadi permasalahan masyarakat yang berada dipulau tersebut. Maka di Karampuang. Permasalahan lisitirk yang dihadapi warga Karampuang saat ini segera teratasi. Sebentar lagi, Pembangkit Listirk Tenaga Surya yang dibangun oleh Millenium Cahllenge Account (MCA) Inddonesia sebentar lagi akan menerangi warga yang bermukim di Karampuang. Sudah sejal lama proyek terbut dikerjakan, proyek tersebut akan menyediakan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 598 kwp, yang akan mengalirkan listrik bagi 3.317 orang yang tergabung dalam 784 keluarga di Pulau Karampauang, Mamuju, Sulawesi Barat. Sesuai informasi yang diperoleh, bahwa saat ini, masyrakat Karampuang sebagian sudah menikmati fasilitas listrik, hanya saja kurang memadai, dan mahal karena masih menggunakan genset, dan kapasitasnya juga terbatas, hanya dengan kapasitas 150 kw. Direktur Sy Energy Indonesia, Hengky Loa menyampaikan, bahwa proyek tersebut akan dirampungkan Desember mendatang, dan penduduk Pulau Karampuang sudah bisa menikmati listrik. Jika tidak bisa selesai untuk empat titik di bulan Desember, diharapkan ada satu titik yang selesai pada bulan Agustus, dan menjadi kemerdekaan untuk masyarakat Karampauang,”kata Hengky Loa. Untuk PLTS tersebut, dibangun di empat lokasi di Desa Karampuang,…

Mengawal Pemerintahannya sebagai Gubernur Sulbar yang dilantik pada Jumat 12 Mei 2017, Ali Baal Masdar telah merancang upaya peningkatan diberbagai sector. Utamanya sector pertanian. Menurut Alibaal bahwa saat ini petani menghasilkan beras atau melakoni pekerjaan persawahan saja. Kedepan kita ingin agar petani bukan hanya bisa bekerja sawah saja, akan tetapi bagaimana petani bisa juga melakukan bercocok tanam dengan berbagai macam hasil tanaman yang produktif. Seperti menanam Cabai, Jagung, Tomat dan berbagai macam tanaman lainnya.dan system yang digunakan tentunya cara menanam sudah dengan cara yang modern Sehingga ada perkembangan hasil tani yang lain yang bisa menunjang kemajuan disektor pertanian,Ujar Ali Baal. Bukan itu saja disektor lainnya, seperti hasil –hasil budidaya ikan,saat ini banyak yang menggunakan formalin untuk mengawetkan dan tentunya ini sangat berbahaya. Sehingga upaya kita adalah bagaimana agar hasil ikan kita segar dan sampai kepembeli tanpa pengawet. Ini yang akan kita rancang kedepan,Ucap Alibaal. Disektor lainnya kita akan berdayakan pengusaha local baik itu skala mikro dan makro yang ada di Sulbar. “jangan kita melupakan mereka kita harus berdayakan agar mereka dapat hidup dan perekonomian bisa meningkat seiring dengan kemajuan Sulbar. Semua harus dengan dukungan dari semua stakeholder terkait, baik itu tingkat OPD maupun, Kabupaten dan masyarakat. Agar kita bisa sejalan melangkah membangun Sulbar yang Malaqbi dalam bingkai Kesejahteraan masyarakat Sulbar. Disektor Pendidikan kita akan upayakan agar generasi kita bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, kalau perlu kita sekolahkan ke Luar Negeri. Sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas yang nantinya bisa melanjutkan sebagai Ren Generasi Bangsa dan Daerah ini,Tutur Alibaal.