habibi

habibi

Dalam momentum Ramadhan yang penuh hikmah ini, Gubernur Sulbar bersama kadis Kominfo Sulbar menggelar buka bersama awak media dan anak panti di rujab gubernur Sulbar. Kegiatan buka bersama ini untuk meningkatkan silaturahmi dengan seluruh insan media, pemerintah provinsi Sulawesi Barat mengundang seluruh media cetak dan online untuk berbuka puasa bersama yang berlangsung pada Sabtu, 26 Mei 2018Ali Baal Masdar kepada insan media atas dukungannya untuk membangun Sulbar dan tetap menjalankan prioritas-prioritas pembangunan kedepan. Kepada para insan media, Ali Baal juga meminta agar para wartawan tetap mengawasi jalannya pemerintahan. “Untuk pembangunan kita tetap prioritaskan sesuai RPJMD seperti di kabupaten Polman kita fokus pada budaya, di kabupaten Majene fokus pada pendidikan, dan kabupaten Mamasa kita tingkatkan pariwisata, serta kabupaten Mateng dan Pasangkayu kita usahakan menunjang industri-industri,” ujar Ali. Ditambahkan pula, untuk selanjutnya tetap akan memprioritaskan pembangunan jalan-jalan utama provinsi dan bagaimana menyelesaikan permasalahan daerah tertinggal dan daerah miskin. “Iya untuk saat ini, kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan lintas provinsi, dan dalam dekat ini kami juga fokus pada THR dan gaji 13 para ASN. Saya harapkan juga pemerintah dan semua ASN termotivasi untuk meningkatkan kinerja dengan baik. Terkait penggunaan mobil dinas saat mudik lebaran nanti, itu akan ada sanksinya, kalaupun digunakan itu diluar tanggung jawab pemerintah, semua pelanggaran kan ada sanksinya, tutupnya. 

Pemerintah Kabupaten Mamuju memanfaatkan momentum safari ramadhan untuk menyampaikan pesan-pesan agama kepada masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid saat malaksanakan ibadah tarawih di Masjid Al-Quba Kasiwa dalam rankaian safari ramadhan Kec. Mamuju, Senin 28 Mei 2018. Saat menyampaikan sambutan dan arahannya, ia mengingatkan para jamaah untuk segera membayar zakat. Habsi Wahid menyampaikan, selaku Bupati Mamuju ia telah menandatangai Surat Keputusan (SK) Bupati Mamuju tentang pembayaran zakat fitrah, dimana dalam SK tersebut tercantum jumlah pembayaran zakat fitrah yang berfariasi berdasarkan apa yang dikonsumsi. “saya mohon kepada masyarakat untuk sesegera mungkin menyelesaikan zakatnya, supaya dapat segera kita bagikan kepada saudara kita yang memiliki hak untuk menerima. Jangan sampai, mendekati sholat ied baru membayar zakat, karena bisa jadi pembagiannya menjadi kurang maksimal.” Himbaunya. Selain zakat fitrah, Bupati Mamuju juga mengingatkan untuk membayar zakat mal. Menurutnya, bulan ramadhan merupakan bulan yang paling tepat untuk berzakat, juga berinfaq dan sedekah. 

Dalam rangka ulangtahunnya ke 58 tahun, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) punya cara tersendiri untuk merayakan. Abm disela sela liburannya, melakukan pelepasan tukik (bayi penyu) di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo Polman, Selasa (29/5 /2018).Hal ini dilakukan mengingat bahwa tiap tahun jumlah penyu ini semakin berkurang. Saya sangat berharap ke depannya banyak pemuda ataupun kelompok konservasi yang lebih giat lagi melakukan upaya pelestarian penyu biar tidak punah," kata ABM. Selain itu Mantan bupati Polman ini juga melakukan peninjauan beberapa sarang telur penyu yang sidang diawasi oleh komunitas Sahabat Penyu."Saya juga sampaikan sama Kadis DKP Sulbar untuk membuat beberapa pos pengawasan untuk memantau aktivitas nelayan," ucapnya.Abm juga menegaskan dengan meminta Polair dan pengawas kelautan agar menindak tegas para pelaku kejahatan biota laut yang dilindungi termasuk penyu. elain itu, Komunitas Sahabat Penyu Mampie, Muh Yusri mengatakan bahwa kunjugan ABM di rumah penyu merupakan kabar baik bagi pelestarian penyu dan biota laut lainnya."Karena kami akui juga bahwa tanpa peran pemerintah sedikit sulit untuk melestarikan penyu. Pelepasan tukik ini juga sekaligus kado ultah Pak Gub yang berulang tahun hari ini. Semoga beliau panjang umur dan sehat selalu," ucapnya.

Polda Sulbar laksanakan pemusnahan Barang Bukti Narkotika obat berbahaya dan miras hasil sitaan Dit Resnarkoba dan Jajaran Polda Sulbar. Kamis (24/05/2018).Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Mapolda Sulbar dan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Kepala BNN Provinsi Sulbar, Pejabat Utama Polda Sulbar, Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Ketua Pengadilan Negeri Mamuju serta para tamu undangan.Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar, mengatakan, dihadapan kita ini telah di gelar barang bukti narkotika, obat berbahaya dan minuman keras hasil sitaan Polda Sulbar dan jajaran dari tanggal 12 april sampai dengan 17 mei 2018.“Adapun jumlah Batang bukti “Adapun jumlah Batang bukti narkoba yang akan di musnakanyaitu sabu 998 gram, Pil PCC 970 butir, Pil THD 1000 butir, Minuman keras pabrikan 342 botol dan minuman keras tradisional 312 liter,” Ucap Kapolda Sulbar.Lanjut dikatakan Kapolda, pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, obat obatan dan miras. Masyarakat tidak lagi mengkonsumsi narkotika, obat-obatan ilegal dan minuman keras.Kapolda juga mengatakan, tindakan tegas dari anggota Ditresnarkoba dan jajaran untuk mengungkap, menyita dan memusnahkan barang bukti narkoba dengan harapan agara ada efek jera bagi para pelaku dan masyarakat agar dapat terhindar dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.“Sebagai wujud trasnparansi sehingga masyarakat tahu betul barang bukti yang di sita oleh petugas benar benar dimusnakan dan tidak disalahgunakan. Kapolda menambahkan, khusus tentang minuman keras agar ada payung hukum yang diatur melalui perda provinsi atau kabupaten sehingga petugas dapat bertindak secara profesional dan ada efek jera bagi para pelaku.

Pemerintah Sulbar dengan Kejaksaan Tinggi Sulselbar melaksanakan penandatangan Mou penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara yang digelar dilantai III kantor Gubernur Sulbar. Pada sambutan Gubernur Sulbar ABM menyampaikan terima kasih kepada kepala Kejaksaaan Tinggi Sulselbar dan para rombongan atas kunjungannya di sulbar, guna melaksanakan serangkaian kegiatan mulai tanggal 20/21 mei 2018. Kehairan kita di acara ini menunjukka komitemn kita bersama untuk mendukung terselenggaranya pemerintahan yang bercirikan good governance dan clean govermant di Provinsi Sulbar. Dengan penandatangan kesepakatan bersama dan sosialisasi TP4D yang kita laksanakan hari ini dengan harapan Sulbar menjadi Provinsi yang maju dan Malaqbi,Mampu, melette diatonganna, dengan arti berdiri diatas kebenaran"dengan zero corruption. Tak dapat dipungkiri bahwa ditengahnya pemerintah Provinsi barat melaksnakan pembangunan,kita masih saja berhadapan dengan berbagai persoalan korupsi yang sejatinya akan memperlebar kesenjangan sosial karena sumber daya yang seharusnya digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat justru digunakan secara tidak benar dan tidak tepat sasaran sehingga hanya dinikmati oleh segelintir orang atau kelompok tertentu yang tidak bertanggungjawab."Reaksi berantai yang timbulkan dari praktek korupsi tersebut pada akhirnya haus ditanggung oleh mayoritas masyarakat bertaraf ekonomi menengah kebawah. Cukup mudah untuk dipahami bahwa praktek korupsi jelas tidak akan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara adil,ujar ABM. Dengan demikian, kehidupan masyarakat pun tidak akan mengalami perbaikan yang berarti. Disisi lain proses untuk mengungkapkan praktek korupsi serta penindakannya memperoleh tantangn serius karena berbagai hal. Oleh karena itu, sekarang saatnya untuk melakukan berbagai perubahan dalam menentukan berbagai startegi penegakan hukum. hukum akan dikatakan berhasil manakala proses tersebut mampu menekan jumlah pelaku dan tindakan kejahatan itu sendiri disertai meningkatnya kesadaran hukum masyarakat . Ditambahkan pula proses penegakan hukum tidak hanya ditandai dengan berapa banyak perkara ditangani dan berapa besar gaung pemberitaannya serta berapa banyak orang yang ditahan atau diadili.Perspektif diatas menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum yang dengan gencar dilakukan oleh kejaksaan dan aparatur…

Pemerintah Sulbar dengan Kejaksaan Tinggi Sulselbar melaksanakan penandatangan Mou penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara yang digelar dilantai III kantor Gubernur Sulbar. Pada sambutan Gubernur Sulbar ABM menyampaikan terima kasih kepada kepala Kejaksaaan Tinggi Sulselbar dan para rombongan atas kunjungannya di sulbar, guna melaksanakan serangkaian kegiatan mulai tanggal 20/21 mei 2018. Kehairan kita di acara ini menunjukka komitemn kita bersama untuk mendukung terselenggaranya pemerintahan yang bercirikan good governance dan clean govermant di Provinsi Sulbar. Dengan penandatangan kesepakatan bersama dan sosialisasi TP4D yang kita laksanakan hari ini dengan harapan Sulbar menjadi Provinsi yang maju dan Malaqbi,Mampu, melette diatonganna, dengan arti berdiri diatas kebenaran"dengan zero corruption. Tak dapat dipungkiri bahwa ditengahnya pemerintah Provinsi barat melaksnakan pembangunan,kita masih saja berhadapan dengan berbagai persoalan korupsi yang sejatinya akan memperlebar kesenjangan sosial karena sumber daya yang seharusnya digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat justru digunakan secara tidak benar dan tidak tepat sasaran sehingga hanya dinikmati oleh segelintir orang atau kelompok tertentu yang tidak bertanggungjawab."Reaksi berantai yang timbulkan dari praktek korupsi tersebut pada akhirnya haus ditanggung oleh mayoritas masyarakat bertaraf ekonomi menengah kebawah. Cukup mudah untuk dipahami bahwa praktek korupsi jelas tidak akan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara adil,ujar ABM. Dengan demikian, kehidupan masyarakat pun tidak akan mengalami perbaikan yang berarti. Disisi lain proses untuk mengungkapkan praktek korupsi serta penindakannya memperoleh tantangn serius karena berbagai hal. Oleh karena itu, sekarang saatnya untuk melakukan berbagai perubahan dalam menentukan berbagai startegi penegakan hukum. hukum akan dikatakan berhasil manakala proses tersebut mampu menekan jumlah pelaku dan tindakan kejahatan itu sendiri disertai meningkatnya kesadaran hukum masyarakat . Ditambahkan pula proses penegakan hukum tidak hanya ditandai dengan berapa banyak perkara ditangani dan berapa besar gaung pemberitaannya serta berapa banyak orang yang ditahan atau diadili.Perspektif diatas menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum yang dengan gencar dilakukan oleh kejaksaan dan aparatur…

Usai melantik ratusan pejabat eselon III dan IV kini Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar kembali melantik lima orang pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik di ruang kerja Gubernur Sulbar, Selasa, 22 Mei 2018.Pelantikan tersebut dilakukan karena adanya kekosongan beberapa jabatan pada RSUD Regional Sulbar, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pariwisata lingkup Sulbar Turut hadir Asisten Bidang Administrasi Umum Djamilah, Kepala BKD Sulbar Amujib serta undangan lainnyaAdapun yang dilantik pada kesempatan tersebut, diantaranya tiga pejabat administator pada RSUD Sulbar, yaitu Kepala Tata Usaha Muzdalipah yang sebelumnya menjabat Kabag Tatalaksana dan Reformasi Birokrasi pada Biro Ortala, Merintani Erna Dochri sebagai Kepala Bidang pelayanan RSUD yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubid Asuhan Keperawatan pada Bidang Keperawatan, dan Muh. Tahir dilantik sebagai Kepala Bidang Keperawatan RSUD.Sedangkan jabatan pengawas dilantik Muh. Amran sebagai Kepala Seksi Manajer Mutu pada UPTD Balai Sertifikasi dan Pengawasan Pangan segar asal tumbuhan Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abdi Yansyah Hijrah dilantik sebagai jabatan Kepala Seksi Penelitian dan pengembangan kepariwisatan pada bidang kelembagaan dan Kemitraan Pariwisata Dinas Pariwisata .Usai melantik Gubernur sulbar Ali Baal Masdar mengatakan di sambutannya bahwa mutasi itu merupakan hal biasa yang dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk menimbah dan menambah ilmu dalam menjalankan tugas sebagai ASN.“Jabatan bukan pemberian secara pribadi, sebab dalam kepegawaian kita tidak bisa memilih jabatan mana yang kita mau, yang ada hanyalah tugas dan tanggungjawab yang diberikan negara untuk kita embang bersama demi melayani masyarakat” tandas Ali Baal Ali Baal menekankan agar semua pihak di RSUD Sulbar dapat bersinergi dan segala layanan yang ada dapat dimaksimalkan, sehingga ke depan tidak ada lagi permasalahan yang timbul.“Saya tidak mau lagi terjadi masalah di RSUD, semua harus bersinergi dan tingkatkan koordinasi dengan pihak terkait seperti pada komite medik dan lainnya, maka dengan seperti itu Mudah-mudahan enam bulan kedepan dapat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),”harap Ali Baal

Gubernur Sulbar Alibaal Masdar menggelar acara buka puasa di rujab Gubernur Sulbar pada hari Senin, 21, Mei 2018. Pada acara buka bersama tersebut, turut hadir Kapolda sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si, yang juga sekaligus menyampaikan tausia terkait hikmah puasa, senin (21/5/18) .Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulbar, ketua DPRD Provinsi, Kajati Provinsi, Danrem 142 tatag, para pejabat utama polda sulbar, para OPD Provinsi, Para Bupati Se-Sulbar, para Kapolres Jajaran, para Dandim jajaram korem, tokoh agama dan seluruh tamu undangan lainnya Dalam tausianya Kapolda mengatakan salah satu waktu yang paling mustajab dikabulkannya doa adalah menjelang berbuka puasa, jadi bagi yang mempunyai hajat ini adalah waktu yang tepat untuk meminta kepada Allah Subuhanahu Wataalah.Sungguh maha suci Allah yang masih mempertemukan kita dengan bulan suci, bulan ampunan dan bulan barokah ini.Harapannya dibulan ramadhan kali ini, kita sekalian bisa meraih berkah dan ampunan didalamnya.Disamping itu, pihaknya juga mengapresiasi gubernur yang telah menggelar kegiatan buka puasa bersama ini. Betapa banyak amal yang raih oleh bapak gubernur dari sekian banyak tamu undangan yang turut menikmati hidangan pelepas lapar dan dahaga.Sebagaimana sabda rasulullah barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa maka ia juga mendapat pahala serupa orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.Untuk itu, mari manfaatkan bulan suci ini dengan melakukan berbagai kebaikan di dalamnya salah satunya seperti apa yang dilakukan oleh bapak gubernur kita saat ini, sehingga kita semua bisa meraih derajat taqwa di sisi allah subuhanahu wataalah, Tandasnya.Usai membatalkan puasa dengan makanan dan minuman secukupnya, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah di masjid agung provinsi serta santap bersama.

Pemerintah Sulawesi Barat bersama Kejaksaan Tinggi Sulbar dan beberapa Pimpinan Forkopimda dan para bulati Se Sulbar menggelar kegiatan rapat forum koordinasi pimpinan daerah dan penandatanganan perjanjian bersama APIP-APH tingkat Kab. Se-sulawesi barat serta penandatanganan kesepakatan bersama optimalisasi empat pilar dalam mendukung percepatan masyarakat di desa. Pada Penandatangan tersebut terlebih dahulu para bupati se Sulbar, Kapolres Se Sulbar dan kajari Se Sulbar membubuhkan tandatangan yang di ikuti setelah itu, Gubernur Sulbar Alibaal Masdar dan Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si, Danrem Tatag 142 serta Kajati Sulselbar, Tarmizi turut membubuhkan tandatangannya sebagai wujud dukungan dalam menciptakan daerah yang malaqbi, senin (21/5/18) di lantai 4 aula kantor daerah provinsi. Rapat Forkopimda dalam rangka Penandatanganan Perjanjian kerjasama bersama APIP-APH tingkat Kabupaten Se-Sulawesi Barat dan kesepakatan bersama optimalisasi 4 Pilar dalam mendukung percepatan pembangunan masyarakat di Desa yang digelar pada tanggal 21 Mei 2018 pukul 16.00 Wita, dikantor Gubernur Sulbar Lantai IV, Jln. Abdul Malik, Pettana Endeng Kel. Rangas, Kec. Simboro, Kab. Mamuju, Prov. Sulbar. Penandatanganan Perjanjian bersama APIP-APH tingkat Kabupaten Se-Sulawesi Barat dan Kesepakatan Bersama optimalisasi 4 Pilar dalam mendukung percepatan pembangunan masyarakat di Desa yang dihadiri sekitar 200 orang. Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar,kajati Sulselbar Tarmisi, SH.MH, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar,Kabinda Sulbar Susetyo Karyadi, Danrem 142 Tatag Taufik Shobri, Ketua DPRD Sulbar, Hj. Amalia Aras, Kakoorda Sulbar, Kolonel Sus Rudiayanto, Kajari Mamuju, Andi Hamka, SH,Dandim 1418/Mamuju, Letkol Inf Jamet Nijo, S.Sos, Damdim 1401 Majene Letkol Inf Rahman, dan para Bupati Se-Sulbar12. Para OPD lingkup Pemprov. Sulbar Acara tersebut dimulai dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan doa Penandatangan perjanjian kerjasama APIP-APH tingkat Kabupaten se Sulawesi Barat dalam Pengaduan Masyarakat dan sambutan, Kajati Sulselbar, Tarmisi, SH.MH. Pada sambutannya Tarmizi menyampaikan Penandatangan Mendagri, Jaksa Agung dan Kapolri pada 30 November 2017 terkait pengaduan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.…

Kadis Kominfo Sulbar Muzakkir Kulasse melepas dan menyambut beberapa Jajaran staf Dinas Kominfo Sulbar yang berpindah tugas maupun yang masuk dinas Kominfo Sulbar, diruangannya pada hari, Senin (21/5/2018) . Pada lepas sambut tersebut, Muzakkir menyampaikan terimakasih atas bantuan staf dan para kabid yang selama ini banyak membantu dinas Kominfo. "saya sebagai kadis juga meminta maaf jika selama ini, saya sebagai kadis ada kata-kata yang neyinggung saudara ataupun dalam kebijakan-kebijakan saya. Apalagi dalam momentum ramadhan ini kita harus saling memaafkan dan saling bersilaturahmi walaupun sudah tidak satu kantor lagi, Ujar mantan Sekwan ini. Ditambahkan pula bahwa dimana saja kita bertugas harus melakukan tugas dengan baik dan setiap pemimpin berbeda dalam kebijakan,jadi kita harus saling bekerjsama dengan pimpinan dimana kita berada, pesan Muzakkir saat bersama staf yang akan berpindah dan yang bergabung dengan kominfo. Selamat pula kepada staf yang akan bergabung di dinas kominfo, semoga kita semua dapat bekerjsama dengan baik di dinas ini. Selain itu, Kepala UPTD KiP Rezki menyampaikan bahwa, sebagai staf juga meminta maaf kepada kadis dan semua staf yang ada di kominfo. Saya dipindahkan di dinas perhubungan saat ini, ujar Rezki.