03 Mei 2018

Wagub Sulbar Bersama Staf Ahli Menteri Perdagangan, Stok Kebutuhan Bahan Pokok Aman Menjelang Ramadhan

Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar bersama Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementrian Perdagangan RI, Sutriono Edi,Inspektur IV Kemendag, Erwin Harahap, Pegawai bapokting dan inspektorat IV, , para pelaku usaha,distributor, bulog,satgas pangan, perwakilan BI Sulbar,dan tim pengendali inflasi daerah serta pemangku kepentingan lainnya menggelar rapat Koordinasi Daerah dalam rangka stabilisasi harga dan pasaran barang kebutuhan pokok jelang ramadan dan lebaran 2018/1439 H yang berlangsung di Hotel Maleo Mamuju, Rabu, 2 Mei 2018.

 Pada kesempatan tersebut, Wagub Sulbar Enny Anggraeny Anwar menyampaikan bahwa untuk penyedian bahan pokok menjelang puasa dapat tersedia, namun semuanya harus diantisipasi mulai dari harga sampai kesedian stok, agar masyarakat Sulbar tidak resah dalam menghadapi puasa dan lebaran,ujar Enny. Namun dalam waktu dekat ini rencananya akan kami lakukan rapat lanjutan bersama dinas koperindagkop Sulbar dan instansi terkait untuk melanjutkan kembali kesiapan-kesiapan atau program salah satunya adalah pasar murah yang rencanakan akan digelar dibeberapa titik

"Untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan titik mana saja yang akan dilakukan pasar murah, karna, kami akan melakukan rapat koordinasi lanjutan,Ujarnya.

Selain itu, Sutriono Edi menyampaikan bahwa rakor yang digelar saat ini merupakan upaya agar menjelang puasa dan lebaran dapat teratasi kesedian stok dan harga dapat stabil. Kementerian perdagangan memastikan ketersedian dan harga kebutuhan pokok dipasar rakyat dan ritel modern menjelang lebaran di daerah dapat aman . Hal ini melihat pemantauan kemendag di sejumlah daerah di Indonesia, turunya. " ini menjadi tugas pemerintah untuk memantau dan mensosialisasikan pasokan aman. "jelang puasa kami memastikan bagaimana ketersdian bahan pokok dan kondisi harganya aman dan stabil di daerah-daerah ungkapnya saat melakukan Rapat Koordinasi Daerah dalam rangka stabilisasi harga dan pasaran barang kebutuhan pokok jelang ramadan dan lebaran 2018/1439 H.

 

 Dikatakan Edi,  pemerintah, siap menyambut bulan puasa dan lebaran 2018 / 1439 H melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mengantisipasi potensi kenaikan  permintaan bahan pokok yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat  sehingga diharapkan pemerintah bersama stakholder terkait bersama-sama berupaya menjaga stablitas harga bahan pokok menjelang ramadhan.

Dalam hal ini Kemendag telah menyiapkan empat langkah strategis dalam menyambut HBKN tahun ini, pertama melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Bahan pokok) harga,acuan dan harga eceran tertinggi (HET) beras,penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau . Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu, melakukan rakor dengan pemerintah daerah,instansi terkait,pelaku usaha,fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha serta penugasan Bulog.langka ketiga melalui pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh eselon I kementerian perdagangan beserta jajaran serta satgas pangan diseluruh Indonesia untuk memastikan ketersedian pasokan,stablitasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok. Keempat melalui upaya khusus , penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan.Dari hasil pantauan di pasar sentral Mamuju dan pasar sentral regional Mamuju, harga pokok relatif stabil,bahkan untuk beras medium   dijual dibawah eceran tertinggi (HET) sekitar Rp.8.800/Kg-Rp.940.000/kg.(Het beras medium di Sulawesi Rp.9.450/kg). Sedangkan harga minyak goreng Rp. 12.000/kg,gula pasir Rp.13.000/kg,tepung terigu Rp.7.000/kg,bawang merah Rp.35.0000/kg/bawang putih Rp.30.000/kg dan daging sapi  Rp.100.000/kg-Rp110.000/kg. Semntara diritel mamuju modern Alfamidi harga beras premium dijual sebesar, Rp.12.200/kg-Rp12/800/kg.masih dibawah Het (Het Sulawesi Rp.12.800/kg) dan ritel moder tidak menjual beras medium. Untuk harga minyak goreng,gula pasir,tepung terigu,bawang merah,bawang putih relatif stabil begitu jugda dengan daging ayam masih relatif stabil. Secara umum sejumlah harga bahan poko dipasar rakyat stabil,bahkan ada beberapa yang turun antara lain, beras medium turun3,16 persen dari Rp. 9.400/kg  menjadi 9.200/kg,telur ayam turun 8 persen,bawang merah turun 22 persen dan cabai merah turun 10,42 persen. Sementara gambaran inflasi Maret 2018 secara umum di Sulbar tercatat  minus 0,53 yang berarti dibawah 0,20. Sumbangan komuditi bahan makanan tercatat minus 2,55 berarti dibawah inflasi nasional sebesar 0,14 persen pada periode yang sama. Selain itu Pemerintah juga memantau gudang subur yang merupakan distributor terbesar di Mamuju. Dijelaskna

bahwa pemerintah telah mengeluarkanharga eceran tertinggi (HET) untuk komuditas beras, seluruh pedagang beras di pasar tradisional diwajibkan menjual beras medium dan ritel modern wajib menjual beras premium sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi  (HET) beras. Pemerintah juga siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan. Pada Rakorda,staf ahli juga menyampaikan kepada pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota agar berperan aktif menjaga ketersedian pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah masing-masing menjelang puasa dan lebaran 2018/1439 H."Pelaku usaha wajib menjual beras medium dengan HET. Jika ada yang menjul harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,"tegas Sutriono Edi.   

Edi bahwa langkah strategis juga telah dilakukan Kemendag untuk aksi mencegah penimbunan/spekulan,antara lain meningkatkan jumlah distributor terdaftar yang ada di wilayahnya melalui tanda daftar pelaku usaha distribusi (TDPUD) Bahan pokok, mendorong pelaporan stok oleh distributor  terdaftar  Barang Kebutuhan sesuai Permendag No. 20/M-DAG/PER/3?2017 tentang pendaftaran pelaku usaha Distribusi Kebutuhan Pokok. 

 

Read 301 times Last modified on Kamis, 03 Mei 2018 13:32
(0 votes)