29 Okt 2017

ABM, Dorong Pelaku Industri Ke Tingkat Internasional

Kadis Koprindagkop dan UKM  Sulbar, Bachtiar juga memaparkan beberapa program yang ada dinas Koperindagkop _UKM Sulbar.   Pemaparan atau ekspose tersebut dihadiri Gubernur Sulbar Alibaal Masdar dan Kepala Bappeda Junda Maulana yang juga dilaksanakan pada hari Sabtu, (28 Oktober 2018) di ruang oval lantai III kantor Gubernur .

Menurut ABM bahwa dengan adanya  eskpose ini adalah untuk menjadi wahana yang efektif untuk koordinasi,integrasi dan sinkronisasi serta mewujudkan terbangunnya tiga pilar yakni pemerintah, pengusaha dan masyarakat sebagai pengguna dan sebagai upaya mensinergikan program yang ada disetiap OPD Lingkup Sulbar. Untuk dinas Koperindakop dan UKM, tentunya saya mengharapkan agar para pelaku usaha lokal terus dibina dan diberikan perhatian dan menjadi tugas pemerintah untuk bisa membantu membuka peluang dalam hal pemasaran baik itu ditingkat Nasional mapun internasional untuk memperkenalkan hasil produk-produk yang ada di daerah kita. Apalagi di Sulbar sangat kaya akan Sumber Daya Alam. Kerajinan yang terbuat dari kayu ataupun dari batok kelapa dapat kita kembangkan melalui pelaku usaha kecil dan menengah, dari Makanan dapat kita kembangkan makanan khas dari daerah kita, apakah itu dari ikan ataupun dari beras ketan atau daging yang dapat dibuat sosis. Bukan hanya itu, menurut ABM bahwa selain makanan, dapat juga dikembangkan hasil kelapa sawit yang dapat dibuat minyak goreng. Di kabupaten Mamasa, terkenal dengan hasil kopinya, itu juga dapat kita kembangkan. Apalagi kopi di Mamasa juga sangat bagus dan tidak kalah dengan kopi Toroja.  "kita harapkan agar dinas terkait dapat bersinergik dengan pelaku industri dan terus mengembangkan SDM mereka melalui pemberian keterampilan dan pelatihan. Agar hasil dari produk mereka dapat bersaing dengan daerah lain dan bisa laku di skala internasional, paparnya.    

 

Hal pertama yang disampaikan Bachtiar adalah  mengangkat tentang  visi i mewujudkan Sulbar maju dan malaqbi dengan misi meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan berdaya saing serta bertujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan peningkatan daya saing yang berbasis ekonomi lokal dengan sasaran meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan berdaya saing tinggi dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal, terang Bachtiar. Selain itu, mantan Kadis Ketapang itu menyebutkan beberapa program prioritas tahun 2018 yang ada dinas Perindakop-UKM Provinsi Sulbar. Untuk Bidang perdagangan yakni program pengambangan kaki lima dan asongan,program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan,program peningkatan dan pengembangan ekspor dan program peningkatan efisiensi perdagangan dalam Negeri. Sedangkan untuk bidang perindustrian terdiri dari program pengembangan industri kecil dan menengah,program peningkatan kemampuan teknologi industri serta bidang Koperasi dan UKM terdiri dari peningkatan kualitas kelembagaan koperasi,program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah,program penciptaan iklim usaha mikro kecil menengah yang kondusif,program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan dan pembinaan koperasi UKM.
" kegiatan prioritas diperindustrian terdiri dari program peningkatan kemampuan teknologi indutri dalam hal ini pengembangan dan peningkatan dan daya saing industri tenun. Seperti bantuan alat tenun bagi IKM pertenunan Sulbar,Peningkatan Serapan UKM tenun Sutera mandar melalui pencanangan batik khas mandar pada hari kerja,diversifikasi pengolahan tenun mandar,sekomandi dan tenun Mamasa,fasilitas dan pelatihan pembuatan kemasan produk UKM tenun Sulbar dan kajian pembentukan IPT Balai Pertenunan Sulbar. Menurut Bachtiar bahwa sasarannya tentu kabupaten Polman, kabupaten Mamasa, Kabupaten Majene dan kabupaten Mamasa. Tentu diharapkan adanya outcome meningkatnya produktivitas dan daya saing produk tenun, terbentuknya pertenunan dan kesejahteraan pelaku UKM penenun dapat meningkat. Selain itu program pengemabngan industri kecil dan menengah terdiri dari pembinaan industri kerajinan melalui kemitraan Dekranasda dengan sasaran tentunya baik tingkat Provinsi dan Kabupaten. Dengan tujuan industri kecil dapat  berkembang dan kesejahteraan pelaku UKM kerajinan meningkat. Pada program selanjutnya dijelaskan Bachtiar bahwa program peningkatan kemampuan teknologi industri didukung dengan penguatan teknologi industri dan pengemasan produk melalui pemberdayaan klinik kemasan. Seperti pengadaan mesin dan peralatan serta sarana penunjang,pengadaan bahan baku kemasan,pengadaan mobil kemasan,pelatihan desain dan pembuatan kemasan dan bantuan hibah peralatan produksi dan pengemasan kepada kelompok IKM dan Sentra IKM serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku IKM. Dengan harapan dapat meningkatkan daya saing produk melalui pembutan kemasan produk.

 

Read 56 times Last modified on Minggu, 29 Oktober 2017 22:11
(0 votes)