04 Okt 2017

ABM Membuka festival Cakkuri II tahun 2017

Pagelaran Seni Budaya Pesona Cakkurirri II 2017 berlangsung di Lapangan Bura Sendana, Majene, Senin, 2 Oktober 2017. Pada pelaksanaan Pesona Cakkuriri mengangkat Tema “Sukku di Disarri, Membolong di Banua.

 

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar kagum menyaksikan sejumlah pertunjukan budaya, dan menilai bahwa itu merupakan destinasi pariwisata. Diawali dari penampilan  tarian pattu’du Sarubadang Makkipas yang diantarkan oleh para penari yang tergabung dalam Sanggar Tari dan teater di Majene dan Polman. Untuk itulah, dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya, Kabupaten Majene akan ditetapkan sebagai destinasi budaya.

 

“Semua yang terjadi disini diabadikan dan dikirim ke Kementerian Pariwisata dan dibuat laporannya supaya bisa dianggarkan pada tahun 2018. Tari-tarian, musik tradisional dan pakaian adat serta semua budaya disini perlu terus dikembangkan. Setiap langkah penari pun sangat perlu didokumentasikan agar terjaga keasliannya. Budaya perlu dikembangkan, silahkan modifikasi, tapi jangan hilangkan keasliannya, ”kata Ali Baal Masdar .

 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur ABM juga menyampaikan tentnag rencana untuk membangun kawasan Revitalisasi Budaya yang akan ditempatkan di Buttu Ciping, Kandemeng, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. Ada beberapa bangunan yang akan dibangun di kawasan tersebut, diantaranya rumah raja, rumah pemangku adat, rumah putri raja, dan rumah rakyat. Selain itu, juga akan dibangun Baruga Kaiyyang dan Baruga Keccu.

 

“Itu sudah lama direncanakan sejak saya masih bupati sudah pernah diusulkan di Pemprov. Dan tahun 2018 direncanakan dibangun. Mudah-mudahan disetujui DPRD. Ditempatkan di Polman karena di Balanipa merupakan bapak dari kerajaan Mandar ABM juga menyampaikan, dalam rangka terus melestarikan budaya seperti yang telah ada saat ini, kepada Pemkab Majene diharapkan untuk terus mengembangkan  budaya lokal . Usai pembukaan Gubernur Ali Baal Masdar mengunjungi pameran pusaka yang ada di sekitar tempat pembukaan Pesona Cakkuriri 2017.

 

Bupati Majene, Fahmi Massiara menyampaikan, kegiatan Pesona Cakkuriri 2017 tersebut merupakan representasi dari program yang akan dilaksanakan dalam rangka pengembangan kebudayaan di Majene

 

“Pesona budaya ini akan dioptimalkan. Melalui acara ini diharapkan melahirkan sebuah inspirasi sejarah Mandar, bahkan budaya Mandar bisa diakui. Ini akan senantiasa kita lestarikan. Diharapkan kedepan, selain sebagai Kota Pendidikan, Majene juga  bisa menjadi Kota Budaya, paling tidak sebagai corong peradaban yang masih eksis eksis dalam membangun tradisi kearifan local,”kata Fahmi Massiara.

 

Ketua Panitia, Andi Haerani Mappatunru menyampaikan, salah satu tujuan kegiatan tersebut, yakni untuk mempererat tali persaudaraan baik secara internal maupun external dalam menata  hubungan yang berspektif kemandaran.

Selain Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin beserta pimpinan OPD, anggota DPRD Sulbar, Bupati Majene, Fahmi Massiara, Ketua DPRD Majene, Darmansyah, unsur Forkipomda Sulbar dan Kabupaten Majene, para mara’dia, tokoh adat, Sultan Jambi, Karaeng Tondong dari Sinjai, Datu Suppa, dan undangan lainnya.

Read 144 times
(0 votes)