30 Agu 2017

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar Membuka pelaksanaan Uji Publik RPJMD 2017-2022



 
 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar seminar “Menuju Sulawesi Barat 2022 Maju dan Malaqbi” dalam rangka  Uji Publik RPJMD 2017 – 2022 di Ballroom d’Maleo Hotel dan Convention Center Mamuju, 29 – 30 Agustus 2017. Hadir dalam pembukaan seminar tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulbar beserta jajarannya, Unsur Forkopimda Sulbar, para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar, para pakar dan tim ahli Gubernur, para Asisten dan Staf ahli, para Bupati se Sulbar, Ketua DPRD se Kabupaten Sulbar, para pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan,  anggota Komisi VIII DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal, Kanwil Depag, Kajati Sulbar, Kapolda, brigjen Pol Nandang, Danrem 142/tatag, Kolonel Infanteri Taufiq Shobri, Dandim 1402 Mamuju, para Pimpinan OPD lingkup Sulbar, dan Kemenkumham Sulbar

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, saat membuka acara tersebut menyampaikan, RPJMD yang dibuat tersebut akan dijadikan pijakan oleh Pemerintah Provinsi Sulbar.Untuk itulah, Uji Publik  tersebut menghadirkan para pejuang pembentukan Sulawesi Barat, para tim pakar dan tim ahli Gubernur Sulbar, para tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, perguruan tinggi serta seluruh stakeholders.

“Kepada seluruh elemen masyarakat tersebut untuk terus meningkatkan kebersamaan, mempertahankan toleransi dan jiwa gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulbar. Uji Publik RPJMD melibatkan banyak pihak dengan harapan  RPJMD diperkaya dengan muatan-muatan konstruktif dan pemikiran inovatif terutama dalam percepatan pembangunan menuju Sulawesi Barat 2022 yang Maju dan Malaqbi,”kata Ali Baal Masdar.

Mantan Bupati Polman dua periode tersebut juga mengemukakan, peran dan kontribusi pembangunan seluruh kabupaten pun sangat dibutuhkan, untuk itu, diperlukan sinergitas Pemprov, Pemda dan para pelaku usaha serta masyarakat.

“Kita memerlukan ide-ide dari semuanya, agar RPJMD Sulbar bisa diwujudkan dan sekaligus menjawab berbagai kebutuhan dan harapan masyarakat” tambahnya.

Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin menyampaikan, RPJMD tersebut merupakan penjabaran program dari visi misi Gubenur yang memuat tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan pembangunan dan keuangan daerah.

“Pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat saat ini terus mengalami peningkatan, dan memperlihatkan hasil dan manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat, untuk itu tetap diperlukan sinergi yang menyeluruh dan harmonis antar sektor dan antar wilayah,”kata Ismail Zainuddin

Mantan Penjabat Bupati Mateng tersebut juga menyampaikan, pembangunan di Provinsi Sulbar sejak awal berdirinya sampai saat ini memperlihatkan hasil dan manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat. Namun, seiring dengan dinamika pembangunan serta tantangan dan permasalahan pembangunan pada masa mendatang,diperlukan perencanaan pembangunan yang terarah, terintegrasi,sinergi,menyeluruh dan harmonis antar sektor,antar wilayah tersebut antar pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Masih kata Ismail Zainuddin, beberapa capaian pembangunan terus mengalami peningkatan,walaupun masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.Beberapa capaian seperti , pertumbuhan ekonomi yang berada diatas angka rata-rata nasional 5,01 persen, tingkat kemiskinan yang turun dari 13,89 persen di tahun 2011 hingga 11,30 persen di tahun 2017, dan indeks ketimpangan pendapatan (gini rasio) pada tahun 2011 sebesar 0,37 persen mengalami perbaikan pada Maret 2017 menjadi 0,35 persen.

Adapun capaian yang lain, yaitu tingkat pengangguran terbuka yang mengalami penurunan dari 4,10 persen pada tahun 2010 menjadi 2,98 persen pada Maret 2017. Selain itu, indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2010 sebesar 59,74 persen meningkat menjadi 63,60 persen pada tahun 2016. Terkait tahapan RPJMD sendiri, Ismail menambahkan, penyusunan RPJMD  telah melalui mekanisme dan tahapan tersebut dimulai dari persiapan pembentukan tim, penyusunan rancangan awal, selanjutnya uji publik yang dilaksanakan 29 Agustus 2017 hari ini (kemarin,red), kemudian dilakukan pembahasan dengan DPRD Provinsi Sulbar dan Musrenbang, konsultasi ke Kementrian dalam negeri dilanjutkan penetapan perda RPJMD Provinsi Sulawesi Barat 2017-2022. Ismail juga menyampaikan, dalam rangka percepatan pembangunan di Sulbar untuk lima tahun kedepan, telah disusun visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang dituangkan dalam visi RPJMD 2017-2022, yakni Sulawesi Barat Maju dan Malaqbiq

Pada pembukaan RPJMD tersebut, dipaparkan lima misi pembangunan yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian visi pembangunan daerah tahun 2017-2022, diantaranya, Misi pertama, membangun sumber daya manusia berkualitas, berkepribadian dan berbudaya dengan beberapa program strategis, pemberian bantuan beasiswa bagi pelajar, perbaikan sarana prasarana pendidikan  d dan kesehatan, dan menciptakan sekolah unggulan dan Tahfidz dipaparkan oleh Prof. Dr. Husain Syam, M. TP, Prof. Dr. Masjaya, M. Si, Prof. Dr. H. Ahmad M Sewang, MA, Prof. Dr. Gufron D Dirwan, M. Ed, dan Rosniaty Aziz, SP., M.Si

Untuk misi kedua, mewujudkan pemerintahan yang bersih, modern dan terpercaya dengan program prioritas zero korupsi dan zero penyalahgunaan kewenangan, dipaparkan oleh Prof. Dr. Abd. Rahman Halim, MA, Dr. H. Muh. Idris, DP, M. Si, Dr. H. M Said Saggaf, Dr. Suyuti Marzuki.

Misi ketiga, membangun dan menguatkan konektivitas antar wilayah berbasis unggulan strategis, dengan program prioritas meningkatkan sarana dan prasarana termasuk jalan provinsi dan saluran irigasi, dipaparkan oleh Prof. Dr. Muris, MS, Dr. H. Aksan Djalaluddin, MS, Dr. Ir. H. Syarif Burhanuddin, M. Eng, Dr. M. Farid, M. Si.

Misi keempat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan  berdaya saing tinggi, dengan program strategis membangun pusat pertumbuhan ekonomi dan kawasan ekonomi khusus dengan mengutamakan produk unggulan daerah. Dipaparkan oleh Prof. Dr. H. Basri Hasanuddin, Prof. Dr. Amri, Prof. Dr. Hj. Mediaty, Dr. H. Rahmat Hasanuddin, dan Dr. Agussalim.

Serta misi yang kelima, mendorong pengarusutamaan lingkungan hidup untuk pembangunan berkelanjutan, dengan program membentuk kader lingkungan hidup dan penataan ruang terbuka hijau di setiap Kabupaten, dipaparkan oleh Prof. H. Akbar Tahir, Prof. Dr. Metusalak, Prof. Dr. Ici Amin Daud dan Dr. Khaerul Anam.

Read 143 times
(0 votes)