16 Jun 2017

Kunker Gubernur Sulbar dan Safari Ramadhan Selesai di Mamasa


Safari ramdhan yang digelar Pemerintah Sulbar bersama rombongan berakhir di kabupaten Mamasa pada hari rabu tanggal 14 Juni 2017. Gubernur Sulbar didampingi oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang dan Komandan Korem 142 Tatag Kolonel Inf. Taufik Shobri. Dalam perjalanan safari ini merupakan awal yang baik untuk mejalin silaturahmi, karena kedua pasangan ini ABM-Enny mulai memimpin dan menahkodai secara formal di Pemrov pada bulan Suci Ramadhan.
Setelah pilkda usai mari kita saling merangkul dan jangan lagi ada perbedaaan satu dengan lain. Saat ini adalah bingkai untuk kita saling merangkul mengawal pemerintahan Sulbar dengan maju dan malaqbi.
Kunjungan gubernur ABM ke Mamasa di saat dua pertiga Ramadhan ini, bukanlah soal urutan mana yang lebih baik duluan dan mana yang belakangan.

Rabu siang, 14 Mei 2017, ABM dan rombongan safari tiba di Mamasa kota. Ia disambut hangat oleh Obed Nego Depparinding dan sejumlah pejabat formal daerah: Bupati Mamasa Ramlan Badawi, Sekda Mamasa Benyamin YD, Wakil Bupati Mamasa Bonggalangi, dan Wakil Ketua DPRD Mamasa Martinus Tiranda.

Pada sambutan yang dibacakan ruang pola Kantor Bupati Mamasa,ABM menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa menjadi salah satu target penyelesaian pemerintahan Gubernur Sulbar di periode ini.

Di hadapan seluruh kapasitas Pemkab Mamasa, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) bilang, “Untuk pembangunan ke depan, Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Pemkab Mamasa di semua bidang. Program pembangunan antara provinsi dan kabupaten tak boleh tumpang tindih. Misalnya, pembangunan infrastuktur jalan akan dilanjutkan.”

“Saya sudah berkoordinasi dengan Balai, tahun 2018 jalan Mamuju, Mamasa, hingga Tabang harus selesai. Setelah itu kita lanjutkan jalur Sumarorong, Pana, dan Tabang. Untuk percepatan pembangunan jalan tersebut akan disiapkan satu unit eskavator untuk percepatan pekerjaan jalan. Kalau jalan di sana terbuka, banyak areal yang bisa dikembangkan, termasuk areal perkebunan,” Ujar ABM.

Kepada Bupati Mamasa, ABM minta untuk percepat Perda RTRW, sebab ini jadi dasar kelanjutan pembangunan di Kabupaten Mamasa.
ABM juga sampaikan, saat ini Pemprov Sulbar sedang menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Setelah itu, katanya, akan mengundang para bupati untuk sampaikan usulan program masing-masing, dan itu kemudian akan diselaraskan dengan program yang saat ini sedang disusun dalam RPJMD.
Untuk pengembangan pariwisita, misalnya kata ABM, ke depan pelaksanaan Sandeq Race akan dibangkitkan kembali. Ditargetkan pelayarannya bisa sampai ke Pulau Bali.
Diharapkan melalui perlombaan Sandeq Race akan banyak wisatawan mancanegara yang masuk ke Sulbar. Tekait program prioritasnya, yaitu One Village One Program (OVOP) —satu desa satu program– ABM meminta kepada jajaran Pemkab Mamasa untuk mendukung program itu. “Paling tidak kalau tak bisa satu desa, ya setiap kecamatanlah. Intinya harus ada prioritas,” pinta ABM.

Gubernur Sulbar ini tak lupa sampaikan, jaga persatuan dan kesatuan antara sesama umat beragama, serta keamanan.“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyukseskan Pilkada yang lalu. Kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim, sejak dulu sudah bersatu padu, saling menghargai satu sama lainnya. Ini patut dipertahankan dan menjadi contoh bagi seluruh umat di seluruh dunia,” harap mantan Bupati Polman dua periode ini.Ali Baal juga himbau kepada semua masyarakat, “Jangan ada lagi perbedaan. Kita harus bersatu membangun Sulawesi Barat.”

Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengemukakan, program utama Kabupaten Mamasa adalah infrastruktur jalan, ekonomi rakyat, pariwisata, dan kerukunan umat beragama.“Permohonan maaf saya berserta seluruh jajaran apabila ada kesalahan selama ini. Kami bersama jajaran dan semua elemen masyarakat berkomitmen dan bertekad siap mendukung program Gubernur Sulawesi Barat,” tegas Ramlan di depan ABM.

Read 57 times Last modified on Jumat, 16 Jun 2017 18:34
(0 votes)