17 Mei 2017

Rapat Paripurna Istimewa, Pembacaan Pidato Gubernur Sulbar Di iringi Isak Tangis Penuh Haru

DPRD Provinsi Sulbar menggelar Rapat Paripurna Istimewa Pasca Pelantikan Serentak Gubernur dan Wagub Provinsi Sulbar di lantai II pada hari Rabu, (17/5/2017). Dihadiri Gubernur Sulbar Muhammad Andi Alibaal Masdar, Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar,Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, Wakil Ketua III Ismunandar, Kapolda Sulbar,Danrem 142 Tatag,ketua KPU Sulbar,Sekda Sulbar Ismail Zainuddin  dan para anggota DPRD Sulbar serta
para pimpinan OPD, Badan dan Kantor serta instansi vertikal lingkup Sulbar Pada pidato  yang dibacakan gubernur Sulbar, Alibaal Masdar menyampaikan dalam momentum yang berbahagia ini mengucapkan terima kasih dan apresiasinya atas kehadiran ketua,wakil dan anggota DPRD Sulbar serta para undangan yang dapat hadiri dalam acara paripurna istimewah ini. Lanjut Alibaal membacakan  amanah Mendagri melalui surat ederan Nomor SE.162.3484/Otda tanggal 10 Mei 2017 tentang pidato sambutan Gubernur pada sidang paripurna pasca pelantikan serentak Gubernur dan Wagub terpilih masa jabatan 2017-2022 yang dilaksanakan di Istana Negara oleh Presiden RI pada tanggal 12 Mei 2017 dan berdasarkan surat keputusan Presiden RI nomor 53.P tahun 2017 tentang pemberhentian penjabat gubernur Sulbar serta pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wagub masa jabatan 2017-2022. Mantan Bupati Poman dua Periode ini mengucapkan terima kasih pada semua unsur terkait yang telah bekerja dengan sungguh sungguh dan profesional mengawal serta melaksanakan pemilihan gubernur dan wagub sehingga perhelatan tersebut berjalan dengan baik, sukses, aman dan demokratis. "Dimana pelaksanaan secara umum pemilihan pilkada yang dihelat pada 15 Februari 2017
terlaksana dengan baik,tertib,aman,jujur dan demokratis begitu juga pada tahapan pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Meskipun ada riak - riak dalam prosesnya namun hal tersebut secara umum tidak menggangu pelaksanaan pemilihan, Ujar Alibaal. Dijelaskan pula bahwa 12 tahun sejak  berdirinya Sulbar telah banyak mengalami perkembangan pembangunan yng terus digalakkan sehingga Sulbar memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia sebagaimana capaian indikator Makro pembangunan." ini dapat dilihat dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun 2017 sebesar 7,38 persen dari 6,03 persen pada tahun 2016. Pertumbuhan ekonomi kita  berada diatas pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,01 persen.Bgeitu pula dengan angka kemiskinan 11,19 persen memang masih diatas angka kemiskinan nasional yang sebesar 10,70 persen. Namun upaya pemerintah daerah cukup positif karena dari tahun ketahun angka kemiskinan kita mengalami penurunan, Ucap Alibaal.
Dijelaskan pula pada triwulan pertama 2017 tingkat pengangguran terbuka Sulbar sebesar 2,98 persen mengalami penurunan dari 3,33 persen pada tahun 2016 serta dibawah angka pengangguran nasional yang sebesar 5,33 persen.
Sedangkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Sulbar mengalami peningkatan dari 62,96 persen tahun 2015 menjadi 63,60 persen tahun 2016. Namun semua itu masih menjadi perhatian kita bersama. Karena masih dibawah IPM nasional sebesar 70,18 persen. Hal ini sangat dipengaruhi oleh indikator angka harapan hidup  yang sebesar 64,31 tahun dibawah nasional sebesar 70,90 persen.
Alibaal menjelaskan bahwa rata-rata sekolah 7,14 tahun masih dibawah nasional sebesar 7,98 tahun. Harapan lama sekolah sebesar 12,34 tahun dibawah nasional sebesar 12,72 tahun. Sedangkan perkapita Sulbar sebesar 8,450 juta pertahun dengan pendapatan perkapita sebesar 27,54 juta pertahun masih dibawah nasional dengan pengeluaran perkapitasebesar 10,420 juta pertahun dan pendapatan perkapitas nasional sebsar 47,96 juta pertahun, tutur ABM singkatan dari nama  Alibaal Masdar.Kabupaten merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan, kemajuan pebangunan di Kabupaten adalah tolak ukur kemajuan pembangunan Provinsi dan naional. Pemerataan pembangunan adalah hal yang mutlak diperhatikan untuk mengurangi disparitas wilyah.Oleh sebab itu kebersamaan kita semua akan menjadi kekuatan yang besar untuk membangun Sulbar menuju Sulbar yang maju dan Malaqbi, Ungkap Alibaal yang diiringi isak tangis yang penuh haru saat membacakan pidatonya.
" proses demokrasi telah usai, mari bergandengan tangan, bahu membahu dengan satu tujuan yang sama yakni terwujudnya kesejahteraan masyarajat Sulbar. Tugas telah menanti dan berada didepan mata kita, kami gubernur dan wagub periode 2017-2022 atas pilihan dan amanah masyarakat siap menjalankan roda pemerintahan dan sangat mengharapkan dukungan kita semua, baik ditingkat eksekutif,legislatif dan instansi pemerintahan lainnya serta seluruh stakholder yang ada. Aga janji politik kami dalam visi dan misi yang nantinya diproses menjadi sebuah dokumen daerah rencana pembangunan jangka menengah daerah dapat kami jalankan sebagaimana mestinya. Adapun Visi dan Misi  yakni Mewujudkan Sulbar yang maju dan malaqbi. Yang didalamnya membangun SDM berkualitas,berkepribadian dan berbudaya,mewujudkan pemerintahan yang bersih,modern dan terpercaya,membangun dan menguatkan konekvitas antar wilayah berbasis unggulan strategis,meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan berdaya saing dan mengarusutamakan lingkungan hidup untuk pembangunan yang berkelanjutan, Tutup ALibaal. 

Read 69 times Last modified on Rabu, 17 Mei 2017 19:44
(0 votes)