21 Apr 2017

Gubernur Sulbar, Bupati Mamuju dan Kapolda Sulbar Kunjungi Masyarakat Balabalakang

Sebagai bentuk perhatian pemprov Sulbar terhadap wilayah Balabalakang yang diklaim oleh Pemkab Paser Kalimantan Timur, Pemprov Sulbar melakukan kunjungan ke Bala balakang. Rombongan langsung dipimpin langsung oleh Pejabat Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu didampingi Kapolda Sulbar Bridgen Pol Nandang , Bupati Mamuju Hapsi Wahid, Danrem 142 tatag Kol Inf Taufif Shobri,Kadis Perikanan dan Kelautan Sulbar, Parman Parakassi dan rombongan bertolak dari TPI (Tempat  Pelelangan Ikan )  Mamuju menggunakan Kapal Repubik Indonesia (RI) Tongkol dan Kapal Polairut Maladewa bertolak di Pelabuhan Fery,  pada  Rabu 19 April 2017.

Kunjungan ini sebagai bentuk tindak lanjut Pemprov Sulbar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Balabalakang sekaligus menegaskan bahwa pulau tersebut milik Sulbar,” kata Carlo.

Kunjungan Pertama di Pulau Ambo Desa Balabalakang, dan para pejabat disambut dengan baik oleh masyarakat. Gubernur bersama rombongan bermalam di pulau Ambo  dan melanjutkan esoknya  ke pulau Salisingan pada tanggal 20 April 2017.   Sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi dan kabupaten dengan masyarakat di pulau Balabakang, Gubernur dan Bupati Mamuju dan Kapolda Sulbar, duduk bersama melakukan dialog dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung permasalahan yang ada sekaligus menjelaskan tentang permasalahan perebutan wilayah dengan Kaltim.  

Dijelaskan Carlo kepada masyarakat di dua pulau tersebut, Balabalakang adalah bagian dari Wilayah Sulbar. Adapun dengan adanya perda yang dibuat Pemda Paser saat ini pihak Pemrov Sulbar dan Bupati serta Kapolda Sulbar,  sudah serius menanganinya.

“saat ini permasalahan Balabalakang sudah ditangani oleh Mendagri dan Menkopulham untuk mereviuw perda yang dibuat oleh Kalimantai Timur. Sebagai bentuk bukti bahwa Balabalakang adalah bagian dari Sulbar dengan  berdasarkan lampiran peta dari zaman Belanda dan UU Nomor 26 tahun 2004 tentang pembentukan Provinsi Sulbar hasil verifikasi tahun 2008 dan Permendagri nomor 56 tahun 2015. Kepulauan Balabalakang merupakan wilayah administrasi Kecamatan Kepulauan Balabalakang,kabupaten Mamuju Provinsi Sulbar. Inilah bukti yang menguatkan kita bahwa pulau ini adalah milik Sulbar, Ungkap Carlo. Ia berharap, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terkait batas wilayah daerah,mengingat persoalan Balabakang adalah masalah NKRI. “intinya tapal batas jangan jadi perpecahan . Tetap konsen dengan aktivitas masyarakat  serta bagaimana masyarakat bisa terlayani dengan baik,”tegas Carlo.  

Dikunjungan tersebut, selain memantau kondisi daerah, Carlo juga melihat kondisi sekolah yang ada di Pulau Ambo. “sangat memprihatinkan melihat kondisi sekolah yang ada di wilayah kita. Untuk itu pihak pemerintah Provinsi dan kabupaten Mamuju akan memberikan perhatian full. Kalau memungkinkan di tahun 2017, kalaupun bergeser tentu 2018 baru bisa dilaksanakan, Ujar Lelaki yang hoby dengan Dayfing ini. 

Namun dengan adanya BRI yang hadir bersama-sama kita dan turut melihat langsung kondisi kita, maka pihak BRI akan turut memberkan bantuan melalui bantuan CSR, namun mereka harus terlebih dahulu menyampaikan kepada pimpinan mereka.         

Bantuan juga diberikan di Pulau Ambo dan Pulau Salingan. Bantuan tersebut, pakaian Sekolah sebanyak 300, buku tulis,penampungan air, uang perbaikan masjid,kartu nelayan, bantuan sembako,alat pemadam kebakaran,termos ikan. Bantuan tersebut langsung diberikan oleh Gubernur Sulbar, Carlo Brix Tewu, Bupati Mamuju, Hapsi Wahid dan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang kepada masyarakat Pulau Ambo dan Pulau Salisingan.

Usai   berdialog, Carlo yang hobi dengan menyelam, pada malam hari dan pada pagi harinya menyelam bersama para penyelam dari Mamuju. Menurut Carlo banyak hal yang dapat dilihat di laut, keindahan biota dari dalam laut tentu merupakan pemandangan yang mengasyikkan. Terumbu karang dan jenis ikan - ikan  dilaut merupakan ekosistem yang harus kita jaga. Jangan kita merusak ekosistem laut dengan melakukan bom. Kami telah menyampaikan bersama kapolda Sulbar agar masyarakat Nelayan bisa menangkap ikan dengan cara yang baik, jangan sampai dengan merusak ekosistem dibawah laut. " Ini merupakan perhatian kita bersama untuk bisa menjaga alam kita yang telah tuhan berikan untuk kita pelihara dan menjaganya dengan baik, Tegasnya.

Read 284 times Last modified on Kamis, 13 Juli 2017 11:22
(0 votes)