11 Apr 2017

Sekprov dan Kadis Pendidikan Sulbar Pantau Pelaksanaan Ujian di SMA I Mamuju.

Sekretaris Daerah Sulbar, Ismail Zainuddin bersama Kadis  Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Andi Sukri Tamalele   turun memantau pelaksanaan ujian di SMA I Mamuju, Selasa (11/4) 2017. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kepala Sekolah SMA I tentang pelaksaan ujian,  Ismail bersama rombongan juga berkeliling melihat beberapa ruangan yang rusak yang nantinya bisa diberikan perhatian dalam perbaikan ruangan kelas.  

Dalam penyampaikan Kadis pendidikan dan kebudayaan Sulbar, Andi Sukri mengemukakan bahwa saat ini di enam kabupaten se Sulbar tengah mengikuti pelaksanaan ujian dimulai sejak senin, 10/4 kemarin yang akan berlangsung selama empat hari. Pelaksaaan ujian  tingkat SMA,MA yang mengikuti  UNBK dan UNKP SMA/MA di enam Kabupaten se Sulbar pada data yang ada Andi Sukri menyampaikan UNKP untuk kabupaten Mamuju jumlah pelaksanaan UNKP 2165 sedangkan untuk UNBK 331 dengan jumlah keseluruhan 2498 peserta.

Untuk Kabupaten Majene UNKP  jumlahnya sebesar 1002 dan UNBK 494 peserta dengan jumlah keseluruhan 1496 peserta.  Kabupaten Polman UNKPnya 1521 peserta ,UNBK 2027 dengan jumlah keseluruhan 3548 peserta. Sedangkan  Kabupaten Mamasa UNKP 779 peserta, UNBK 300 sedangkan jumlah keseluruhan 1079 peserta. Kabupaten Mamuju Utara UNKP 931, UNBKnya 328 dengan jumlah keseluruhan sebesar 1259 peserta. Kabupaten Mateng UNKP 1052 peserta. Jadi total keselurahan se Sulbar sebanyak 10930 peserta.   Harapan kita semua bisa berjalan dengan baik, Imbuh Sukri.

“target kami di diknas, Insya allah kedepan bisa semua diatasi dengan menggunakan system computer, karena memang diakui kondisi saat ini masih sangat kurang. Sedangkan kondisi saat ini pelaksanaan ujian masih aman sesuai dengan harapan kita semua, semua berjalan dengan baik dan anak anak dapat melaksanakan ujian dengan baik dan mereka dapat lulus. Target, kita upayakan tahun mendatang insya allah tidak ada masalah lagi, Ujar Sukri.  

Ia menambahkan bahwa ada dua sistem ujian,   ada yang menggunakan pensil dan computer. Namun pada  pada prinsipnya kan sasarannnya lulus. Persoalan saat ini  di diknas sangat terbatas untuk pengadaan-pengadaan computer dan kita akan upayakan kedepan diusahakan kalau bisa semuanya sudah bisa ujian dengan menggunakan computer. Namun sesuai dengan persyaratan karena semua juga harus melalui prosedur, ujar Sukri.

Read 258 times Last modified on Selasa, 11 April 2017 12:50
(0 votes)