13 Mar 2017

Sepuluh Fokus Gerakan Indonesia Bersatu

KEMENTRIAN AGAMA PROVINSI SULBAR Ketua Pokja V Gerakan Nasional Indonesia Bersatu, Muhdin menggelar rapat dengan usnur terkait yang berlangsung di Aula Kantor Kementrian Agama Sulbar, Senin, 13 Maret 2017 Mamuju.

— Sebagai tindak lanjut dari Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Selaku Koordinator Pokja V menggelar Rapat Program Kerja yang berlangsung di Aula Kantor Kanwil Agama Sulbar, Senin 13 Maret 2017. Kakanwil Agama Provinsi Sulawesi Barat, Muhdin memaparkan, Gerakan Indonesia Bersatu dalam fokusnya terjabar dalam sepuluh (10) fokus yaitu, peningkatan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi Pancasila, peningkatan perilaku toleran dan kerukunan inter dan antar umat beragama, peningkatan perilaku yang mendukung kesadaran nasionalisme, patriotisme, dan kesetiakawanan sosial, peningkatan kebijakan yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, peningkatan perilaku yang memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap kaum minoritas, marjinal, dan berkebutuhan khusus, peningkatan dukungan terhadap inisiatif dan peran masyarakat dalam pembangunan, peningkatan perilaku kerja sama inter dan antar lembaga, komponen masyarakat dan lintas sektor, peningkatan penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran yang menganggu persatuan dan kesatuan bangsa, penyelenggaraan pendidikan agama yang mengajarkan keragaman, toleransi, dan budi pekerja serta peningkatan peran lembaga agama, keluarga, dan media publik dalam persamaan nilai-nilai budi pekerti, toleransi, dan hidup rukun. Program strategis yang telah dirancang tersebut, lanjut Muhdin akan disusun dalam bentuk matrix rencana aksi kelompok kerja untuk membuat gerakan. Pogram yang telah disusun tersebut selanjutnya akan dipresentasekan di dihadapan pokja-pokja lain di Kantor Gubernur Sulbar. “Jadi kita akan menyusun program dan isu strategis setiap lembaga atau institusi dan ormas yang hadir hari ini,” ungkapnya. Dari hasil pertemuan tersebut, ada penambahan implementasi dan penjabaran dari sepuluh fokus item program Gerakan Indonesia Bersatu, antara lain, fokus pertama bidang politik yaitu merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia, pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat, dibidang sosial budaya berdasar pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebgai mahluk yang berbudaya, bidang pertahanan dan keamanan, mematuhi segala bentuk nilai dan norma yang mengatur. Fokus kedua, saling menghargai dalam kebebasan antar umat beragama; fokus ketiga, pelaksanaan upacara hari Senin dan hari besar nasional serta membiasakan perilaku gotong royong; fokus keempat, tidak adanya pembatasan berdasarkan suku, agama, ras, antar golongan dalam kehidupan sehari-hari, fokus kelima pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat kaum minoritas, marjinal, dan berkebutuhan khusus, tidak membeda-bedakan antar masyarakat yang memiliki kekurangan; fokus enam, peningkatan standar pendidikan masyarakat dan kontribusi semangat masyarakat dalam pembangunan daerah; fokus tujuh, mengusulkan membentuk desk Gerakan Indonesia Bersatu ( kesbangpol) dan mendorong sinkronisasi MOU antar interen kementerian/lembaga; fokus delapan, penegakan hukum disegala lini untuk memastikan aturan ditegakkan; fokus sembilan, pemberian pendidikan agama secara formal dan non formal, mewajibkan kembali menghafal pancasila, pembukaan UUD 1945 dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan disemua lembaga pendidikan baik ekolah umum, madrasah dan pondok pesantren; fokus sepuluh, membuat media komunikasi antar komunitas umat beragama mendorong pemerintah daerah mengeluarkan perda standarisasi insentif tokoh agama. Gerakan Nasional Revolusi Mental Pokja V, Bidang Indonesia Bersatu dikordinir oleh Kakanwil Kementerian Agama Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muhdin. Tergabung 19 unsur Forkopimda dan Organisasi Kemasyarakatan diantaranya, Badan Kesbangpol, Dinas Sosial Provinsi Sulbar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Daerah, BIN, Komandan Korem 142 Tatag, PPTP Kemenkuham, Biro Tapem, Bappeda, Biro Humas dan Protokol, KNPI sulbar, HMI, FKPPI, PMI, BP3, FKUB, PWI, ketua AJI, TVRI sulbar serta RRI.

Read 228 times
(0 votes)