08 Mar 2017

Deputi Direktur Edukasi OJK, Jalius, Beri Pemahaman Tentang Jasa Keuangan

Pemerintah Sulbar bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan Pusat, melaksanakan kegiatan Pelaksanan orientasi keuangan di Lantai IV kantor Gubernur Sulbar. Kegiatan ini memiliki tujuan yang tentunya mengedukasi masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan termasuk tentang  industri jasa keuangan dan memberikan pemahaman tentang produk-produknya yang didalamnya mengelola keuangan  dan juga informasi mengenai investasi ilegal.
Deputi Direktur Edukasi OJK, Jalius menjelaskan tentang kegiatan ini kita lakukan di banyak wilayah, salah satunya di  bulan ini kita laksanakan di mamuju. "sasarannya memang ibu rumah tangga karna sesuai target prioritas program edukasi ditahun 2017 ini diharapkan dengan edukasi ini mereka akan lebih faham mengenai jasa keuangan, mereka bisa memahami  mengenai bank, asuransi, kemudian pegadaian, pasar modal serta termasuk produk-produknya "ujar Jalius. 
Karena selama ini banyak masyarakat yang  faham mengenai bank. Salah satu contoh PNS, dimana gajinya  melalui bank, namun  mereka sendiri banyak belum faham mengenai apa saja produk dari bank itu, terang Deputi direktur Edukasi ini. Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Sulbar, ISmail Zainuddin, Deputi Direktur Edukasi OJK, Jalius dan para TIM Penggerak PKK Provinsi Sulbar dan para peserta undangan.    

"Setiap tahun, kami keliling seperti ini dan sebelum ini terakhir di Majalengka dan tahun lalu di Batam, Pekalongan, Tegal, nonokan dan banyak lagi. Tentunya harapan saya untuk Sulbar semoga dengan edukasi ini masyarakat kita lebih pintar lagi dalam mengelolah uangnya, jadi misalnya ada tawaran investasi mereka harus memahami atau harus tahu persis investasi itu apakah legal atau tidak dan mereka juga  akan menginvestasikan uangnya sesuai dengan kebutuhan dan kewajibannya melihat juga manfaat dan resikonya,Ucap Jalius. 

Kegiatan ini dan khususnya program ini dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada  Kegiatan di Sulbar, sekali ini saja tapi kita akan mencoba melihat perkembangannya itu dalam 3 bulan kedepan kita mau lihat apakah ada perubahan-perubahan perilaku peningkatan pemahaman dari peserta-peserta ini.
Selain itu kami melakukan  pretes dan pos test yang kami berikan kepada peserta, yang nantinya hasil dari tes ini, kita akan memantau dan memilih 10 orang sebagai kordinator untuk memantau hasil dari kegiatan ini. 
"dari peserta saja nanti kita lihat dari hasil dari pre test dan post test, yang kita tunjuk saja 10 orang untuk mengkordinir. Kedepan nantinya dari situ mestinya kita bisa tahu hasil dari pantauan itu ternyata ada perubahan perilaku atau bahkan ada yang tadinya mungkin belum pernah faham tentang pegadaian mungkin dia justru akses ke pegadaian misalnya apakah tabungan emas kemudian yang asuransi mikro mungkin sudah ada yang beli primer asuransinya,"Jelas Jalius. Tes ini untuk menguji pemahaman para peserta tentang bank dan produk produknya atau pegadaian. 
" kita lakukan ukurannya itu dengan cara Pre test dan post test, sebelum acara dimulai kita lakukan freetest jadi kita sebarkan test dengan pertanyaan misalnya tentang bank apa yang mereka ketahui dan mereka tinggal menjawabnya. Kemudian setelah kegiatan selesai, kita sebar lagi pertanyaan yang sama dan hasilnya akan nampak perbedaan sebelum dan sesudahnya itu akan kelihatan nantinya. 

Read 305 times Last modified on Kamis, 13 Juli 2017 11:20
(0 votes)