08 Mar 2017

Sekprov Sulbar, Dengan Berinvestasi Membuka Jalan Menuju Kesejahteraan.

Sekda Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin membuka kegiatan Edukasi Keuangan dengan melibatkan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan keluarga, Komunitas Perempuan dan Ibu Rumah tangga serta UMKM yang ada di Kota Mamuju. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai IV kantor Gubernur Sulbar, pada hari Selasa (7/3) 2017. Kegiatan ini dibawah naungan  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat.
  Kegiatan ini dihadiri Deputi Direktur Edukasi OJK, Jalius, Perwakilan pimpinan kantor OJK Regional VI Sulawesi, Maluku dan Papua,  pimpinan lembaga jasa keuangan serta ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK,Komunitas perempuan dan ibu rumahtangga dan UMKM yang ada di Kota Mamuju.  

Dalam sambutan Ismail,  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengucapkan terima kasih kepada pimpinan OJK dan pemprov Sulbar  mengapresiasi atas menyelenggarakan kegiatan ini. Dimana kegiatan Edukasi Keuangan yang melibatkan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, Komunitas Perempuan dan Ibu Rumah Tangga, Serta UMKM di Kota Mamuju dan Sekitarnya.  Yang Insya Allah akan sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, kepentingan Bangsa, dan kepentingan Negara serta yang paling penting adalah kepentingan Ibu-ibu menjaga kebahagiaan rumah tangganya. 


Menurutnya yang paling penting dari masalah yang kita hadapi saat sekarang ini atau masalah yang kita hadapi dilingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yaitu ada rasa keraguan terhadap masa depan kita. 
" misalnya kalau kita pensiun, tentunya  juga saya akan rasakan dan begitu juga dengan para istri. Kalau  nanti suaminya  pensiun, tentunya akan berkurang pendapatannya, sehingga timbul keraguan untuk mencukupi kebutuhan. Mengapa ada keraguan seperti ini, karena sumbernya cuma satu yaitu sisi finansial,dari sisi keuangan yang sudah mulai berkurang.  Dimana ketidakmampuan membiayai kebutuhan hidup. Apalagi saat ini kebutuhan semakin meningkat dan biaya anak anak yang melanjutkan jenjang pendidikan semakin tinggi sedangkan produktifitas kita juga semakin rendah.                        


Dengan kurangnya produktifitas yang kita lakukan dikarenakan usia, maka untuk membuka jalan adalah berinvestasi. " Saya rasa OJK hari ini hadir di tengah-tengah kita untuk membimbing kita bagaimana berimpestasi dengan baik. Sekecil apapun pendapatan yang kita miliki akan bermakna jika yang kecil itu kita bagi kemudian separuhnya itu kita gunakan untuk investasi. Saya membaca di berbagai media bahwa investasi tidak harus dengan biaya yang besar lima juta, dua juta tapi dengan seratus ribu rupiah pun kita sudah bisa berinvestasi, Ujar Ismail. Dengan adanya kegitan ini, diharapkan  sesudah mereka di Edukasi bukan pulang di rumah tidur tapi mereka hari ini pun bisa berinvestasi jika ada uang yang bisa digunakan untuk berinvestasi seperti apapun.

"Bu, saya minta sesudah kita Edukasi, sesudah kita menerima pemahaman seperti ini kita sudah mulai belajar berinvestasi. Sekecil apapun investasi kita agar kita mempunyai ruang-ruang yang baik di masa depan kita. Karena apa tantangan yang paling berat bagi ibu-ibu itu tingkat adalah tingkat kecantikannya pasti menurun karena rentang dengan usia. Tapi itu bisa ditebusi dengan investasi yang baik. Sehingga tak usah kawatir dengan masa depan kita semua,harap ISmail.
" Jadi saya yakin ini adalah pilihan yang tepat bagi OJK untuk mengedukasi Ibu-ibu,  karena ibu-ibu ini adalah tulang punggung yang utama menjadi sumber insipirasi bagi keluarga, yang paling penting adalah guru utama di kedua rumah untuk mengajarkan anak dari awal berinvestasi,terang Ismail menutup Sambutannya.


Read 141 times
(0 votes)