22 Feb 2017

Carlo Brix Tewu, Mentari Baru Bagi Sulbar

Provinsi Sulawesi Barat sementara dalam proses demokrasi mencari figur terbaik sebagai pemimpinnya. Saat nantinya proses itu berakhir, kesuksesan itu tak lepas dari tangan dingin figur tegas yang memimpin Sulbar selama masa pilkada berlangsung. Adalah Irjen Pol Carlo Brix Tewu, sosok berpangkat jendral bintang dua ini hadir mengisi dan melanjutkan kepemimpinan H Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga sebagai penjabat Gubernur Sulbar. Berbekal pengalaman yang mumpuni, sang jendral dipercayakan menahkodai Sulbar sesuai Keputusan Presiden Nomor 143/P tahun 2016, dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Gedung Sasana Bhakti Praja Jakarta pada akhir Desember 2016. Saat melantiknya, Mendagri berharap bahwa Carlo bisa menjadi pemimpin yang membawa Sulbar sebagai Provinsi yang sukses dalam pembelajaran demokrasi. Karena menurut Mendagri, tugas pokok yang harus dilaksanakan sebagai Penjabat Gubernur adalah mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wagub (Pilgub) Sulbar 2017. "Tugas pokok ini berdasarkan jabatannya sebagai Penjabat yang memiliki perbedaan dengan pelaksana tugas. Kalau penjabat diangkat dengan keputusan Presiden, sehingga memiliki tanggungjawab yang berat. Bangunlah komunikasi secara intensif dengan anggota DPD, DPR RI dari Sulbar, DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulbar. Demikian juga dengan seluruh satuan perangkat daerah khususnya dengan Forkopimda, terkhususnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, agar ada peningkatan kesejahteraan rakyat. Penjabat gubernur memang bukan penjabat politik. Sehingga harus mampu mengawal ASN, Polri, dan TNI untuk netralitas selama pilkada. Penjabat gubernur harus mampu koordinasi dengan bupati/walikota untuk menghadirkan pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan publik. Saya berharap, untuk tugas penyelenggaraan pemda yang berpedoman pada nawacita disesuaikan dengan karakteristik daerah," ucapnya Tjahjo Kumolo. Amanah dilimpahkan kepada Carlo bukan tanpa alsan. Mendagri Tjahjo Kumolo menilai Carlo yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara sebagai sosok yang lurus, bersih, dan mampu membangun komunikasi dengan baik. Sehingga harapan penuh diletakkan di pundak Carlo untuk kesuksesan Sulbar dalam menghasilkan figur pemimpin pilihan rakyat Sulbar. Sang jendral sendiri, mengaku bahwa dirinya masih awam mengenai Provinsi Sulbar. Sehingga satu-satunya yang menjadi sumber referensinya adalah internet. "Saya sama sekali tidak mengetahui di mana itu Sulbar, sehingga internet khususnya website Provinsi Sulbar, menjadi informan saya tentang segala sesuatu mengenai Sulbar. Tetapi Carlo tak butuh waktu untuk beradaptasi. Sebagai perwira tinggi kepolisian, naluri untuk memutuskan sesuatu secara cepat dan tepat sudah dimilikinya. Carlos Mengawali tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Sulbar tepat pada 3 Januari 2017. Tak lama, Carlo melaksanakan tugas perdananya dengan melantik deretan pejabat eselon II tingkat Provinsi Sulbar dan disusul pejabat eselon III dan Eselon IV. Secara tegas dalam momen pelantikan itu, Carlo mengingatkan agar seluruh pejabat yang dilantik senantiasa menjunjung tinggi amanah yang diberikan dan melakukan tupoksinya sesuai dengan aturan yang tertera pada UU. "Saya mengharapkan agar para pejabat dapat mengetahui isi dari sumpah yang diucapkan. Bukan hanya sekedar diucapkan saja akan tetapi dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam melaksanakan tugasnya," tegas Carlo. Carlos juga memimpin langsung upacara di halaman kantor Gubernur Sulbar, yang dilanjutkan sidak ke SKPD. Carlos kembali mengingatkan agar seluruh pegawai, disiplin dalam segala hal, terutama disiplin dalam waktu bekerja. "Jangan ada yang bermalas-malasan. Apalagi saat dan usai apel pagi. Karena kadang banyak pegawai yang cepat cepat pulang, padahal di kantor hanya duduk dan setelah itu pulang," ujarnya, saat sidak. Tak hanya disiplin, Carlos membenahi seluruh sektor. Penataan dan kebersihan seluruh lingkup kantor Gubernur Sulbar dan SKPD tak lepas dari pantauannya. Sang jendral tak segan langsung turun ke lapangan. Bahkan atas komandonya, pada hari kelima masa jabatannya sebagai gubernur, Carlo memimpin pemangkasan pohon rindang di halaman kantor gubernur, diapun turun langsung menggunakan alat Zenso. Dikuti oleh Kepala Biro Umum dan Satpol PP turut ikut membantu. "Sulbar memiliki pemandangan yang sangat bagus. Itu hanya bisa kita nikmati jika semua rapi dan bersih. Pemandangan laut yang bisa kita nikmati walaupun dari kejauhan. Apalagi Sulbar sangat indah dengan pemadangannya yang asri," pujinya. Tak berhenti dikebersihan, Carlo kembali memerintahkan kedisiplinan dalam memarkir kendaraan, dengan menugaskan kepada Satpol PP untuk mengatur parkir . Tugaspun diberikan untuk Kepala Satpol PP agar para anggotanya bisa mengatur kendaraan yang berada di lingkup kantor gubernur. "Saya paling tidak suka kesemrautan baik itu lingkungan, kebersihan dan pengaturan memarkir. Saya meminta tegas kepada satpol PP agar bisa mengatur kendaraan yang diparkir di halaman kantor ini, sesuai tempat parkir yang disediakan. Kalau semua tertata dengan baik dan rapi, maka semua akan terlihat indah dan nyaman," tegasnya. Sesuai dengan amanah Mendagri untuk intens berkomunikasi dengan seluruh perangkat di Sulbar, Carlo berkunjung ke kantor DPRD Provinsi Sulbar, KPU Sulbar, ke kantor Kapolda dan Lantamal. Kunjungan demi kunjungan silaturrahmi juga terus dilakukannya, sekaligus untuk membahas tentang agenda pilkada pada 15 Februari 2017. Salah satu agenda penguatan pilkada dilaksanakan kegiatan silaturrahmi dan penguatan SipaMandar bertema 'Bersama Kita Sukseskan Pilkada Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017' juga digelar di hotel yang dihadiri para tokoh agama, raja-raja dari Sulbar, para bupati se-Sulbar, serta seluruh komponen di Sulbar. Hadir juga KPU Sulbar, Kapolda Sulbar, TNI, serta mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Selain agenda pilkada, pengamatan Carlo tentang perkembangan pembangunan infrastruktur Sulbar, seperti perkembangan pembangunan jalan arteri yang saat ini masih dalam tahap pengerjaanpun kembali ditinjau olehnya bersama kadis PU Sulbar. Kunjungan juga dilakukan ke kabupaten se-Sulbar tepat sepuluh hari masa kerjanya. Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman menjadi daerah yang pertama di kunjunginya. Disitu, Carlo bertemu langsung dengan bupati dan melaksanakan pertemuan guna membahas sejumlah potensi yang ada di kedua kabupaten tersebut. Kunjungan selanjutnya di daerah Mamuju Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara. Carlo melihat langsung hasil Sumber Daya Alam (SDA), seperti kelapa sawit yang banyak terlihat sepanjang jalan menuju Mateng. Carlo juga memimpin sejumlah agenda rapat rutin dengan masing masing pimpinan SKPD, guna pembahasan agenda dan program kerja SKPD dan meminta para SKPD untuk memaparkan secara langsung program programnya dan disertai dengan penjelasan tupoksi masing masing kepala bidang. Setelah penjelasan dari kepala dinas, Carlo menanyakan pertanyaan tentang program yang kiranya bisa dijelaskan oleh kadis atau kabid. Ini dilakukan agar Carlo bisa mengetahui sejauhmana pimpinan SKPD dan kabidnya bisa menjalankan tugas dan fungsi mereka. Terkait arahan, Carlo hanya meminta agar setiap program yang berkaitan dengan anggaran bisa lebih tepat sasaran dan program yang kurang bermanfaat lebih bagus dialihkan ke program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang lebih memiliki manfaat besar untuk kesejahteraan dan pembangunan,tegasnya. Kehadiran Carlo di Sulbar benar-benar membawa dampak perubahan yang signifikan. Memasuki dua bulan kepemimpinannya, kedisiplinan dan kebersihan terlihat jelas. Sosok yang menjunjung tinggi kejujuran ini, menginginkan Sulbar dapat menjadi Provinsi yang mandiri, disiplin dan birokrasi sebagai mesin pemerintah dapat berjalan dengan mekanisme dan aturan yang ada. Sehingga tidak ada para pejabat yang tersangkut dengan tindak pidana. Menurutnya, adalah hal yang sangat menakutkan jika para pejabat tidak mengamati secara baik fakta integritas yang ditandatangani. "Fakta integritas bukan hanya di secarik kertas saja, akan tetapi isi dari kandungan tersebut harus betul-betul dilaksanakan dengan baik, agar terhindar dari korupsi, kolusi dan nepotisme," tegas jendral berdarah Manado ini. Salah satu SKPD yang diharapkan Carlo bisa menghadirkan informasi teraktual tentang Sulbar adalah Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulbar. Carlo berharap dinas ini mampu menghimpun dan menghadirkan seluruh data secara akurat. Terutama untuk kepentingan publikasi di website Provinsi Sulbar. "Website kominfo merupakan salah alat IT yang sangat dibutuhkan oleh masyakat kita. Jika data tersebut lengkap, maka masyarakat akan lebih mudah mengenal Sulbar dengan baik dan dapat pula mengakses informasi itu dengan mudah. Sehingga bukan hanya masyarakat, investorpun tidak menutup kemungkinan bisa dengan mudah masuk karena mengetahui secara jelas dan akurat mengenai potensi Sulbar. Siapkan segala pendukung IT, termasuk SDM. Tanpa adanya tim yang bagus, maka akan sulit dalam mengembangkan informasi. Untuk itu ke depan kiranya bisa dilakukan informasi satu pintu, supaya informasi bisa tersaring dengan baik," paparnya. Jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dihelat pada tanggal 15 Februari 2017, Carlo bersama Sekda Provinsi Sulbar dan Asisten I, Kapolda Sulbar,Ketua KPU Sulbar dan Ketua BAwaslu Sulbar, meninjau langsung tempat TPS di Mamuju. Ada tiga TPS yang ditinjau, dalam peninjauannya Carlo mengawasi dan menanyakan langusng kepetugas tentang kendala atau persiapan mulai dari daftar suket. Diharapkan bahwa pilkada yang dilaksanakan di Sulbar ini kiranya bisa berjalan dengan damai dan aman, sehingga nantinya melahirkan pemimpin yang bisa melanjutkan yang ada saat ini.

Read 38 times
(0 votes)